Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER TANAMAN OBAT YANG ADA DI PASIR PENGARAIAN Eti Meirina Brahmana; Jismi Mubarrak; Muhammad Septiyono; Dela Mulyani
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v10i1.6329

Abstract

Tanaman obat merupakan sumber daya hayati yang mudah diakses dan banyak dimanfaatkan sebagai alternatif perawatan kesehatan, terutama oleh masyarakat pedesaan. Khasiat tanaman obat berasal dari kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada beberapa tanaman obat yang tumbuh di Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel tanaman obat dari wilayah Pasir Pengaraian. Sampel diekstraksi menggunakan pelarut n-heksana dan etil asetat, kemudian dilakukan uji fitokimia untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam masing-masing ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Ketepeng Cina (Cassia alata) mengandung alkaloid, flavonoid, dan steroid pada pelarut n-heksana, serta steroid dan tanin pada pelarut etil asetat. Ekstrak daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) mengandung senyawa fenolik, steroid, triterpenoid, dan alkaloid pada pelarut n-heksana maupun etil asetat. Sementara itu, ekstrak daun Beluntas (Pluchea indica L.) mengandung flavonoid dan triterpenoid pada pelarut n-heksana, serta flavonoid, saponin, steroid, dan triterpenoid pada pelarut etil asetat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tanaman obat tersebut memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan mengenai isolasi senyawa aktif dan pengujian aktivitas farmakologinya guna mendukung pengembangan obat berbasis bahan alam.