Faizah Abdullah Djawas
Universitas Indonesia, Jawa Barat, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Latihan Mind–Body terhadap Keseimbangan Tubuh dalam Pencegahan Jatuh pada Lansia di Komunitas: Kajian Literatur Sistematis Anggi Novia Savitri; Faizah Abdullah Djawas
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v7i1.5702

Abstract

Penuaan merupakan proses fisiologis yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan keseimbangan, baik secara fisik maupun psikologis, sehingga berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian jatuh pada lansia, khususnya pada kelompok lansia yang tinggal di komunitas. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang banyak dikembangkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah latihan mind–body, yang berpotensi memperbaiki kontrol postur, mobilitas fungsional, serta menurunkan risiko dan ketakutan akan jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis pengaruh latihan mind–body terhadap keseimbangan tubuh dalam upaya pencegahan jatuh pada lansia yang tinggal di komunitas. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, Scopus, dan Semantic Scholar pada rentang tahun publikasi 2016–2026. Sebanyak 13 artikel dengan desain randomized controlled trial yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif dan dinilai kualitas metodologisnya menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil telaah menunjukkan bahwa latihan mind–body, termasuk Pilates, Yoga, Tai Chi, dan Baduanjin, memberikan dampak positif terhadap peningkatan keseimbangan fisik dan psikologis, serta penurunan risiko dan ketakutan akan jatuh pada lansia. Perbaikan tersebut ditunjukkan melalui peningkatan skor pada instrumen keseimbangan dan mobilitas, serta penurunan skor ketakutan jatuh. Meskipun demikian, variasi efek antar studi dipengaruhi oleh perbedaan jenis latihan, frekuensi, durasi, dan instrumen pengukuran. Secara keseluruhan, latihan mind–body dapat dipertimbangkan sebagai intervensi yang aman dan efektif, sekaligus menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut terkait evaluasi dampak jangka panjang dalam konteks yang lebih luas.
Efektivitas Latihan Stabilitas Inti terhadap Disabilitas dan Kapasitas Otot Trunk pada Dewasa dengan Nyeri Punggung Bawah Nonspesifik Fida Nurahma; Faizah Abdullah Djawas
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v7i1.5739

Abstract

Nyeri Punggung Bawah (NPB) nonspesifik merupakan masalah muskuloskeletal prevalensi tinggi yang berdampak signifikan pada disabilitas dan penurunan kualitas hidup, sehingga tinjauan sistematis ini bertujuan menilai efektivitas latihan stabilitas inti terhadap disabilitas dan kapasitas otot trunk pada populasi dewasa. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA melalui pencarian literatur pada basis data Google Scholar dan Scopus (2015–2025) menggunakan kata kunci berbasis kerangka PICO. Seleksi studi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, serta kualitas metodologi dinilai menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI). Analisis terhadap 10 studi menunjukkan bahwa latihan stabilitas inti secara konsisten efektif menurunkan disabilitas (skor ODI/MODQ) dan meningkatkan kapasitas otot trunk (aktivasi EMG, ketebalan otot via USG, atau kontrol PBU). Efektivitas hasil dipengaruhi oleh variasi dosis dan frekuensi yang umumnya dilakukan 3 sesi/minggu selama 4–12 minggu, serta integrasi dengan pendekatan multimodal. Keterbatasan utama SLR ini adalah pencarian literatur yang hanya melibatkan dua basis data. Latihan stabilitas inti efektif dalam menurunkan tingkat disabilitas dan memperbaiki fungsi otot trunk pada penderita NPB nonspesifik, namun diperlukan standarisasi parameter latihan untuk optimalisasi hasil klinis.
Efektivitas Mind Body Exercise terhadap Intensitas Dismenore Primer pada Remaja Perempuan: Systematic Literature Review Sulvi Nur Iftitah; Faizah Abdullah Djawas
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v7i1.5740

Abstract

Dismenore primer merupakan masalah umum pada remaja perempuan yang dapat mengganggu aktivitas akademik dan kualitas hidup. Mind–body exercise merupakan pendekatan non-farmakologis yang berpotensi menurunkan nyeri, namun bukti yang berfokus khusus pada populasi remaja masih terbatas. Literatur ini menganalisa efektivitas jenis mind body exercise terhadap Intensitas Dismenore Primer pada Remaja. Systematic literature review dilakukan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui Semantic Scholar, Scopus, dan Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Kriteria inklusi meliputi penelitian eksperimental, populasi remaja perempuan usia <18 tahun dengan dismenore primer, intervensi mind–body exercise, dan luaran berupa intensitas nyeri. Kualitas metodologis dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi. Yoga merupakan intervensi yang paling dominan, diikuti oleh pilates. Seluruh studi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dismenore primer yang signifikan. Dosis intervensi yang paling sering digunakan adalah sekitar 30 menit per sesi, 3 kali per minggu selama minimal 4 minggu, meskipun durasi yang lebih singkat juga menunjukkan efektivitas. Mind–body exercise, khususnya yoga, efektif menurunkan intensitas dismenore primer pada remaja. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai pendekatan non-farmakologis yang aman dan aplikatif dalam manajemen dismenore primer pada remaja.