Sheilda Nurgenti, Randika Pratama, Andira Adisti, Ario Purwadi, Marsha Fatma, Seli Wayana
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Al Furqon Prabumulih

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Lingkungan Sekolah dan Guru dalam Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Islami Sheilda Nurgenti, Randika Pratama, Andira Adisti, Ario Purwadi, Marsha Fatma, Seli Wayana
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Pendidikan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v13i2.947

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran lingkungan sekolah dan guru dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter islami di SMP Negeri 4 Penukal, sebuah sekolah negeri dengan latar sosial budaya yang heterogen. Fenomena degradasi moral remaja dan belum optimalnya implementasi nilai keagamaan di sekolah negeri menjadi isu utama yang melatarbelakangi penelitian ini. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menggali makna, pengalaman, serta dinamika sosial yang membentuk proses internalisasi nilai. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa; observasi partisipatif terhadap aktivitas religius dan interaksi keseharian; serta telaah dokumentasi program keagamaan sekolah. Informan dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dalam pembinaan nilai islami. Analisis data mengikuti model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berulang. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) lingkungan sekolah dengan budaya religius yang konsisten melalui pembiasaan pagi, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, serta simbol-simbol islami menjadi konteks kuat bagi pembentukan karakter; (2) guru PAI berperan sebagai teladan moral yang memengaruhi sikap religius siswa melalui keteladanan, pembinaan personal, dan komunikasi yang empatik; (3) sinergi antara kebijakan sekolah, program pembiasaan, dan interaksi sosial menjadi faktor penentu keberhasilan internalisasi nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai islami membutuhkan kolaborasi antara budaya sekolah, keteladanan guru, dan keterlibatan siswa secara aktif. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan strategi pembinaan karakter di sekolah negeri serta membuka peluang bagi penelitian lanjutan mengenai model penguatan budaya religius yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.