Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebijakan Ekonomi Islam untuk Mengurangi Konsentrasi Kepemilikan dan Ketimpangan Distribusi Kholidin Muslim; Ahmad Mifdlol Muthohar
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 5 (2026): June 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20762925

Abstract

Inequality in wealth distribution and the concentration of asset ownership are major challenges in modern economic development that can lead to social disparities. This study aims to analyze Islamic economic policies in reducing ownership concentration and wealth distribution inequality in order to achieve sustainable economic justice. The research employs a descriptive qualitative approach through a literature review, analyzing secondary data from Islamic economics literature and scientific articles using a narrative method. The findings indicate that Islamic economics places human welfare at the center of its objectives through the realization of falah (well-being) and maslahah (public benefit), which are aligned with the principles of Maqashid al-Shariah. Efforts to reduce ownership concentration and wealth inequality are implemented through redistributive instruments such as zakat, infaq, sadaqah, waqf, and the Islamic inheritance system (faraidh), as well as through the prohibition of exploitative practices such as riba (usury/interest) and monopoly (ihtikar). These policies are consistent with Indonesian legal frameworks, including Article 33 of the 1945 Constitution and Law No. 5 of 1999. Future strengthening strategies require economic and financial reconstruction through the development of the real sector, empowerment of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), the elimination of interest-based systems, and the optimization of Islamic social finance governance to create inclusive and equitable economic opportunities for all segments of society.
Peran Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Ekonomi Lokal Pesantren Kholidin Muslim; Nafis Irkhami
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.517

Abstract

Wakaf produktif merupakan salah satu instrumen ekonomi Islam yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Seiring perkembangan pengelolaan wakaf di Indonesia dari pola tradisional menuju profesional, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi wakaf produktif dalam ekonomi pesantren serta menganalisis dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi pesantren berdasarkan temuan penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui kajian literatur dan analisis berbagai penelitian terkait pengelolaan wakaf produktif di pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa wakaf produktif yang dikelola secara profesional mampu meningkatkan kemandirian finansial pesantren melalui pengembangan unit usaha produktif seperti koperasi pesantren, pertanian, BMT, jasa boga, dan sektor keuangan syariah. Selain itu, wakaf produktif berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia santri serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan kewirausahaan. Namun demikian, optimalisasi wakaf produktif masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek manajemen, kualitas nazhir, dan dukungan kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas pengelola wakaf, serta sinergi antar pemangku kepentingan agar wakaf produktif dapat berperan maksimal sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi pesantren yang berkelanjutan. Kata kunci: wakaf produktif, pesantren, pemberdayaan ekonomi, ekonomi Islam