Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Fungsi Manajemen pada UMKM Frozen Food Pasar Beku Kota Padang Alvindo Dermawan; Julia Mardalisa; Muhammad Febriansyah Ibrahim; Erwin Efendi Nasution
ASA : Agribusiness and Sustainable Agriculture Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi fungsi manajemen pada UMKM Pasar Beku sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan pasar akan produk pangan praktis di era modern. Topik ini menjadi penting karena sektor frozen food memerlukan integrasi manajemen operasional yang ketat untuk menjaga kualitas nutrisi dan cita rasa produk dalam jangka panjang. Masalah utama yang dikaji adalah efektivitas penerapan fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam memitigasi risiko kerusakan produk akibat fluktuasi rantai pendingin dan pengelolaan persediaan yang masih bersifat konvensional. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis mendalam mengenai adaptasi fungsi manajemen tradisional pada UMKM lokal yang mulai mengintegrasikan kanal pemasaran digital untuk menghadapi dinamika pasar industri pangan olahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta studi dokumentasi catatan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Beku telah menjalankan fungsi manajemen secara fungsional melalui penerapan metode FEFO dan pemasaran digital, namun masih terdapat hambatan pada pengawasan manual dan keterbatasan perencanaan jangka panjang. Kesimpulannya, sinkronisasi fungsi manajemen yang sistematis sangat krusial bagi keberlanjutan UMKM pangan, dengan implikasi perlunya transformasi menuju sistem pengawasan digital dan standardisasi operasional untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing bisnis.
PENDAPATAN USAHA KOPRA DI KECAMATAN SIPORA SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI: Income From Copra Business In South Sipora District, Mentawai Islands Regency Alvindo Dermawan; Fransiskus Saroro; Syahrial; Muhammad Febriansyah Ibrahim
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9876

Abstract

The most valuable portion of the coconut is its fruit since it can be used to make a variety of process good, including coconut sugar, oil, and white, hard coconut flesh, which may then be dried to produce a product with a respectable market value. This study set out to identify the features, profitability, and viability of copra enterprises in the Sipora Selataran District, as well as the traits of the copra business actors operating there.This study employed both qualitative and quantitative descriptive analysis. To choose respondents from the complete population, the Slovin technique was utilized, yielding a total of 26 respondents. The data analysis techniques employed include descriptive qualitative analysis, TKLK and TKDK cost analysis, copra business revenue, profit, R/C, B/C, and BEP analysis, which includes fixed and variable expenses as well as equipment depreciation costs. Among the traits of the copra industry actors in Sipora Selatan District are gender, age, experience, number of family dependents, land area, and education. Copra business actors in the South Sipora District make Rp. The BEP price is Rp 2,836.98, BEP production is 10,593 kg, and the B/C ratio of the copra company in South Sipora District is 2.54