Ismail, Muhammad Syukri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Negotiating Religious Authority and Authenticity on TikTok: A Digital Ethnography of Competing Da'wah Styles Among Indonesian Muslim Youth Andika, Muhammad Rifkia; Ismail, Muhammad Syukri
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2026): Juni (In Press)
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of TikTok as a short video platform has changed the digital da'wah landscape in Indonesia, especially among Muslim youth who are increasingly making social media the main space to access, assess, and disseminate religious knowledge. In this context, religious authority no longer rests entirely on formal institutional or scientific legitimacy, but is also negotiated through the communication style, visual aesthetics, digital interactions, and the impression of authenticity that creators construct. This study aims to analyze how religious authority and authenticity are negotiated on TikTok through a competing style of da'wah among Indonesian Muslim youth. The study used a qualitative approach with a digital ethnographic design through non-interventional participatory observation of da'wah content, captions, hashtags, audio-visual features, and user interaction on purposifully selected TikTok accounts. The results show that the most competitive style of da'wah is one that combines the substance of Islamic teachings with popular language, personal narratives, symbols of visual piety, and intensive interaction with the audience. The findings also show that authenticity serves as a key mechanism in the formation of legitimacy, as younger audiences are more likely to trust creators who appear consistent, relevant, and close to their everyday experiences. This study concludes that TikTok is a symbolic contestation arena where religious authority is produced in a relational, performative, and participatory manner in the ecology of digital media. Perkembangan TikTok sebagai platform video pendek telah mengubah lanskap dakwah digital di Indonesia, khususnya di kalangan pemuda Muslim yang semakin menjadikan media sosial sebagai ruang utama untuk mengakses, menilai, dan menyebarkan pengetahuan keagamaan. Dalam konteks ini, otoritas agama tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada legitimasi kelembagaan atau keilmuan formal, tetapi juga dinegosiasikan melalui gaya komunikasi, estetika visual, interaksi digital, dan kesan keaslian yang dibangun kreator. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana otoritas agama dan keaslian dinegosiasikan di TikTok melalui gaya dakwah yang saling bersaing di kalangan pemuda Muslim Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi digital melalui observasi partisipatif non intervensi terhadap konten dakwah, caption, hashtag, fitur audio-visual, dan interaksi pengguna pada akun-akun TikTok yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya dakwah yang paling kompetitif adalah gaya yang memadukan substansi ajaran Islam dengan bahasa populer, narasi personal, simbol kesalehan visual, serta interaksi yang intensif dengan audiens. Temuan juga memperlihatkan bahwa keaslian berfungsi sebagai mekanisme utama dalam pembentukan legitimasi, karena audiens muda lebih cenderung mempercayai kreator yang tampil konsisten, relevan, dan dekat dengan pengalaman keseharian mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok merupakan arena kontestasi simbolik tempat otoritas agama diproduksi secara relasional, performatif, dan partisipatif dalam ekologi media digital.