Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Integrasi Keberlanjutan Lingkungan, Green Economy, Dan Kesejahteraan Sosial Dalam Pengadaan Berkelanjutan Komala Sari
Journal of Science Education and Management Business Vol. 5 No. 1 (2026): JOSEMB (Journal Of Science Education And Management Business)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/joseamb.v5i1.992

Abstract

Pengadaan berkelanjutan (sustainable procurement) merupakan pendekatan strategis dalam pengadaan barang/jasa yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa biaya lingkungan dan sosial yang diabaikan pada tahap pengadaan pada akhirnya akan menjadi beban ekonomi yang jauh lebih besar di masa yang akan datang. Pendekatan ini menunjukkan bahwa efisiensi ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kesehatan ekositem dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pengadaan berkelanjutan, efektifitas regulasi di Indonesia, dan strategi implementasinya dalam sektor publik. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dari studi kepustakaan terhadap regulasi, kebijakan, dan literatur ilmiah terkait dengan menggunakan SWOT. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengadaan berkelanjutan berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran, mendorong inovasi pasar, meminimalisir kerusakan lingkungan dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan sosial. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas SDM, pemahaman pemangku kepentingan, serta ketersediaan produk ramah lingkungan. Pengadaan berkelanjutan menjadi instrumen kebijakan yang efektif, karena melahirkan manfaat yang konkrit bagi perlindungan lingkungan, peningkatan kesejahteraan sosial, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan kebijakan dan akademik dalam penguatan implementasi pengadaan berkelanjutan di Indonesia.
IMPLEMENTASI PENGADAAN RAMAH LINGKUNGAN PADA PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS SESUAI DENGAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 46 TAHUN 2025 TENTANG PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH Komala Sari
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.7037

Abstract

Abstract: The Government has transformed procurement from an administrative task into a tool for sustainable development that balances economic, social, and environmental dimensions. The Free Nutritious Meals (MBG) Program, as a strategic national policy, requires a procurement system that not only ensures the availability of nutritious food but also food commodities, supporting services, food processing, distribution, and the management of food residues and waste on a large scale This study aims to analyze the implementation of green procurement in the MBG Program based on Presidential Regulation Number 46 of 2025 concerning Government Procurement of Goods and Services, identify the challenges in its implementation, and formulate strategies for policy optimization. This research employs a normative legal research (doctrinal legal research) method using statutory, conceptual, and analytical approaches. The findings indicate that the application of Green Procurement principles in the MBG Program can be realized through the procurement of locally sourced food, efficient distribution systems, the use of environmentally friendly packaging, waste reduction initiatives, and strengthened supplier governance. The main challenges include the limited availability of green suppliers, inadequate human resource capacity, and insufficient monitoring systems. Policy optimization requires the digitalization of green procurement, the strengthening of technical regulations, and enhanced multi-stakeholder collaboration. Keywords: Green Procurement; Free Nutritious Meals; Presidential Regulation Number 46 of 2025   Abstrak: Perubahan paradigma pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJP) mulai terjadi dari pendekatan administratif sampai dengan instrumen pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional yang melibatkan pengadaan bahan pangan, jasa pendukung, pengolahan, distribusi, serta pengelolaan sisa pangan dan limbah dalam skala besar. Besarnya rantai pasok tersebut menjadikan pengadaan sebagai instrumen strategis untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pengadaan ramah lingkungan pada Program MBG berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, mengidentifikasi tantangan pelaksanaannya, serta merumuskan strategi optimalisasi kebijakan. Metode peneliuttian menggunakan penelitian hukum normatif (doctrinal legal research) dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), konseptual (conceptual approach), dan analitis (analytical approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Green Procurement dalam MBG dapat diwujudkan melalui pengadaan pangan lokal, efisiensi distribusi, penggunaan kemasan ramah lingkungan, pengurangan limbah, serta penguatan tata kelola penyedia. Tantangan utama meliputi keterbatasan penyedia hijau, kapasitas sumber daya manusia, dan sistem monitoring. Optimalisasi diperlukan melalui digitalisasi pengadaan hijau, penguatan regulasi teknis, serta kolaborasi multipihak. Kata kunci: Pengadaan Ramah Lingkungan; Makan Bergizi Gratis; Perpres 46 Tahun 2025.