Irwandi Irwandi
Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Pinang (Areca catechu L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Fitriani Faidatul Hikmah; Irwandi Irwandi; Marzella Dea Rossardy
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.9428

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri yang menyebabkan berbagai infeksi kulit. Meningkatnya resistensi antibiotik telah mendorong eksplorasi agen antibakteri dari sumber alami, termasuk kulit pinang (Areca catechu L.) yang telah terbukti mengandung senyawa bioaktif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder serta mengevaluasi efektivitas antibakteri ekstrak kulit buah pinang yang berasal dari Kabupaten Sorong terhadap S. aureus. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dilanjutkan dengan uji fitokimia dan pengujian efektivitas antibakteri metode difusi cakram pada konsentrasi 4%, 8%, dan 16%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah. Hasil memperoleh rendemen ekstrak sebesar 6,2%  mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Diameter rata-rata zona hambat tercatat pada konsentrasi 4% (1,97 mm), 8% (2,3 mm), dan 16% (4,5 mm) termasuk kategori lemah. Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), sedangkan uji Post Hoc Games-Howell mengkonfirmasi bahwa konsentrasi 16% berbeda secara signifikan dibandingkan dengan 4% dan 8%. Simpulan menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah pinang (A. catechu L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus yang ditunjukkan oleh terbentuknya zona hambat. Namun, efektivitas daya hambatnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif, konsentrasi 16% memberikan perbedaan paling signifikan dibandingkan 4% dan 8%.