Perkembangan transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang usaha, termasuk pada perusahaan mikro yang mulai memanfaatkan sistem keuangan berbasis digital. Penerapan digitalisasi dalam pengelolaan keuangan memberikan berbagai manfaat, seperti meningkatkan efisiensi dalam pencatatan transaksi, mempermudah akses terhadap informasi keuangan, serta membantu proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Selain itu, pemanfaatan aplikasi keuangan digital juga dapat meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan, memperluas peluang akses ke layanan keuangan formal, serta mendukung keterhubungan dengan ekosistem ekonomi digital yang semakin berkembang. Meskipun demikian, penerapan digitalisasi sistem keuangan masih menghadapi berbagai tantangan. Rendahnya tingkat literasi digital, keterbatasan pemahaman dalam penggunaan teknologi untuk pengelolaan keuangan, serta kurang memadainya infrastruktur teknologi menjadi kendala utama bagi perusahaan mikro. Selain itu, biaya penerapan teknologi, kekhawatiran terhadap keamanan data, serta adanya resistensi terhadap perubahan juga dapat memperlambat proses adopsi sistem keuangan digital. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun digitalisasi memiliki potensi besar dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha mikro, dukungan dalam bentuk peningkatan literasi digital, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta kebijakan yang mendorong inklusi keuangan digital tetap sangat diperlukan. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi digitalisasi sistem keuangan pada perusahaan mikro sangat dipengaruhi oleh kemampuan pelaku usaha dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, serta dukungan dari berbagai pihak untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. Kata Kunci : Digitalisasi keuangan, perusahaan mikro, transformasi digital, literasi digital, inklusi keuangan.