Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya peran media sosial dalam memperluas praktik dakwah dan pelayanan sosial masjid, terutama di tengah dinamika masyarakat urban yang membutuhkan ruang dukungan sosial yang mudah diakses. Urgensi penelitian ini muncul dari kebutuhan untuk memahami bagaimana dakwah transformatif diwujudkan melalui layanan sosial berbasis digital, seperti yang dilakukan oleh akun Instagram @masjidpemuda.ind dan @masjidsejutapemuda. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi narasi dakwah transformatif dibangun dalam ruang digital, bagaimana pelayanan makan gratis dan tempat istirahat berdampak pada penerima, serta bagaimana relawan dan pengurus memaknai keterlibatan mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi konten Instagram, wawancara mendalam, dan analisis dokumen digital. Triangulasi data dilakukan untuk memperoleh gambaran komprehensif praktik dakwah berbasis pelayanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan, kedua masjid memanfaatkan Instagram sebagai alat dokumentasi, transparansi, dan mobilisasi sosial. Layanan makanan dan tempat istirahat memberikan dampak material, emosional, dan spiritual bagi penerima, sementara relawan mengalami penguatan identitas religius. Penggunaan media kaya menciptakan komunitas digital yang interaktif dan partisipatif. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi pelayanan sosial dan media digital memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan dan solidaritas sosial. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model dakwah digital berbasis aksi. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas objek kajian, menerapkan metode campuran, dan mengeksplorasi platform digital lain.