Rifqa Amalia Azziyati
Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasiin, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Kecerdasan Moral pada Remaja yang Bermain Game Online di Desa Tinggiran II Luar Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala Muhammad Bahriannor; Miftahul Aula Sa'adah; Rifqa Amalia Azziyati
Ulul Albab: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2026): Ulul Albab: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/jdgv1149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan moral pada remaja yang bermain game online di Desa Tinggiran II Luar Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat perkembangan moral tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi lapangan. Subjek penelitian adalah tiga orang remaja berusia 12–18 tahun yang aktif bermain game online (Mobile Legends, Free Fire, dan PUBG Mobile). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh aspek kecerdasan moral menurut Borba, yaitu empati, hati nurani, kontrol diri, rasa hormat, kebaikan hati, toleransi, dan keadilan, terefleksikan dalam perilaku remaja saat bermain game online. Remaja tidak sekadar berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjaga kerja sama tim, bersikap adil, dan memperlakukan sesama pemain dengan baik. Faktor pendukung meliputi nilai-nilai positif dalam game, peran keluarga, pengaruh sekolah, teman sebaya, dan fitur moderasi dalam platform game. Faktor penghambat mencakup komunitas toxic, kecanduan, kesulitan mengelola emosi, dan minimnya edukasi moral digital. Pendampingan dari keluarga, sekolah, dan komunitas terbukti esensial untuk memaksimalkan potensi game online sebagai media pembentukan karakter moral remaja.