Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media sosial terhadap perilaku berbahasa negatif pada generasi digital di era globalisasi. Generasi digital yang dimaksud meliputi Milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha yang aktif menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi dan ekspresi diri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Prosedur penelitian meliputi pengumpulan data melalui observasi, pencatatan, dan dokumentasi, kemudian dilanjutkan dengan pengelompokan dan analisis data. Data penelitian berupa tuturan, komentar, dan unggahan media sosial yang mengandung bahasa negatif. Sumber data diperoleh dari platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp, serta didukung oleh sumber pustaka yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dengan memperhatikan konteks sosial dan budaya penggunaan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh signifikan dalam memperkuat penggunaan bahasa negatif melalui proses imitasi, normalisasi, dan budaya viral. Perilaku berbahasa negatif cenderung dianggap wajar dan menjadi bagian dari gaya komunikasi generasi digital. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan besar dalam membentuk pola komunikasi generasi digital, sehingga diperlukan upaya peningkatan literasi digital dan penanaman etika berbahasa untuk meminimalkan dampak negatifnya.