Degradasi lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan sampah yang tidak tepat tetap menjadi tantangan besar di banyak daerah pedesaan, termasuk Desa Tanjung Alai, Kabupaten Rokan Hilir. Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pemilahan sampah dan tanggung jawab lingkungan telah berkontribusi pada praktik pembuangan sampah yang tidak berkelanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekologi di kalangan anggota masyarakat melalui integrasi tafsir lingkungan berdasarkan Al-Qur’an dan pelatihan praktis pemilahan sampah. Program ini menerapkan pendekatan pendidikan partisipatif yang terdiri dari sesi konseling, ceramah interaktif, tafsir tematik ayat-ayat Al-Qur’an tentang lingkungan, demonstrasi, serta praktik langsung dalam memilah sampah organik dan anorganik. Peserta program meliputi tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, kelompok pemuda, dan pejabat desa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pengelolaan lingkungan dari perspektif Islam. Anggota masyarakat menjadi lebih sadar bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan juga tanggung jawab keagamaan yang berakar pada konsep khalifah (pengelolaan), mīzān (keseimbangan), dan larangan fasād (kerusakan lingkungan). Selain itu, para peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi serta memisahkan berbagai jenis sampah rumah tangga. Program ini juga menghasilkan hasil yang nyata, termasuk munculnya inisiatif lingkungan berbasis masyarakat serta penerapan awal praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa penggabungan nilai-nilai ekologi Al-Qur’an dengan pendidikan lingkungan yang praktis merupakan model yang efektif untuk pemberdayaan masyarakat dan dapat ditiru di komunitas pedesaan lainnya guna mendorong perilaku lingkungan yang berkelanjutan serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.