Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Pendampingan Program Penghijauan Daerah Resapan Bendungan Setu Patok Kabupaten Cirebon Nurdiyanto Nurdiyanto; Akbar Winasis; Heri Mulyono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.882 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i4.1081

Abstract

Kegiatan pengabdian dosen dilaksanakan di Desa Setu Patok Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Tujuan dari kegiatan ini adalah Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan, menjaga lingkungan dari bencana kekeringan dan menjaga kandungan air daerah resapan melalui penghijauan. Adapun agenda dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah: Sosialisasi, Penanaman Bibit Tanaman, Monitoring dan Evaluasi, Pelaporan dan Publikasi. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2020 di aula Desa Setu Patok Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Dalam kegiatan sosialisasi ini dijelaskan tentang manfaat dari penghijauan daerah resapan di sekitar Bendungan Setu Patok. Adapun jumlah peserta yang hadir adalah 23 orang. Bibit tanaman yang ditanam adalah jenis tanaman buah-buahan, dengan jumlah pohon sebanyak 21 buah. Kegiatan monitoring dilakukan 5 hari setelah dilakukan penanaman pohon. Adapun indikator hasil monitoring dan Evaluasi adalah : Sosialisasi dilaksanakan dengan baik, Masyarakat dan stakeholders mengikuti dan merespon kegiatan serta pemahaman materi tentang penghijauan daerah resapan, tanaman hidup dan tumbuh di lokasi penanaman. Kata kunci: Pengabdian Masyarakat, Sosialisasi, Penghijauan, Daerah Resapan
ANALISIS HIDROLOGI WADUK PENJALIN GUNA OPTIMASI D. I. PEMALI Winasis, Akbar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.887 KB)

Abstract

Dalam pengelolaan sumber daya air, pengambil keputusan sering kali dihadapkanpada suatu permasalahan yang kompleks. Dalam pengelolaan daerah irigasi misalnya,penggunaan air terkadang menjadi rumit karena kebutuhan dan ketersediaan tidakselalu dalam kondisi yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisissituasi hidrologi Waduk Penjalin. (2) menganalisis debit potensi Bendung Notog, dan(3) mengoptimalkan ketersediaan air di Waduk Penjalin dan Bendung Notog untukkebutuhan air irigasi pada D.I. Pemali. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode kualitatif dengan sifat yang dipergunakan adalah deskriptif induktifdengan data yang didapat berupa faktor yang mendukung dalam perhitungan analisisyang dituju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kebutuhan air irigasi didapatkandari ketersediaan berupa debit potensi yang berada pada Bendung Notog dan jugadebit potensi yang berada pada Waduk Penjalin dengan tingkat persentase terpenuhiberada diatas angka 40% yang berarti bahwa ketersediaan air dapat mencukupikebutuhan air yang diperlukan.Kata Kunci : Analisis, Kinerja, Hidrologi
Model Alat Ukur Debit Untuk Saluran Irigasi Winasis, Akbar; Mulyono, Heri; Nurdiyanto, Nurdiyanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.559 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i2.920

Abstract

Salah satu infrastruktur yang ada pada sistem jaringan irigasi adalah alat ukur debit. Alat ukur debit ini adalah bangunan air yang mengatur debit air ke saluran irigasi atau langsung ke petak sawah. Kebutuhan air di petak sawah tergantung pada pola tanam sehingga perlu pengaturan air yang optimal supaya tepat sasaran, adil untuk semua pengguna air di sawah dan tidak boros dalam penggunaan air. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengatur pemberian air irigasi di saluran irigasi dengan membuat model alat ukur debit. Dari hasil survey lapangan, maka dibuat model alat ukur debit. Tahapan metode penelitian terbagi dalam tiga tahapan, yaitu pengumpulan data, pengolahan data dan keluaran berupa tabel debit (Q) terhadap tinggi muka air (H). Data diambil dari hasil percobaan alat ukur dengan tiga model yaitu model pertama dengan kemiringan 1:0,25, model kedua dengan perbandingan 1:0,5 dan model ketiga 1:0,75. Air dialirkan melalui ketiga model tersebut dengan debit pengeluaran yang bervariasi. Hasil dari penelitian menunjukkan untuk debit variasi pengujian pertama bahwa pada model pertama besarnya H adalah 0,015 m dan Q adalah 0,000342 m3/s. Untuk model kedua besarnya H adalah 0,013 m dan Q adalah 0,000276 m3/s. Untuk model ketiga besarnya H adalah 0,015 m dan Q adalah 0,000342 m3/s. Kata kunci : Saluran Irigasi, Model Alat Ukur, Debit, Tinggi Muka Air
Reduksi Limpasan Air Hujan dengan Sumur Resapan Heri Mulyono; Akbar Winasis; Ohan Farhan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.629 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i1.2091

Abstract

Kawasan Perumnas Kota Cirebon sebenarnya dulu diperuntukan untuk tempat daerah resapan air, akan tetapi masyarakat tetap melakukan pembangunan di wilayah tersebut. Oleh karena itu sangat wajar sekarang kawasan tersebut tergenang banjir. Genangan yang terjadi di kawasan Perumnas merupakan hal yang cukup memprihatinkan karena hampir setiap musim penghujan datang selalu tergenang banjir. Data-data yang digunakan pada penelitian ini adalah data curah hujan (15 tahun), peta lokasi, dan data pengukuran laju resapan air di kawasan perumahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa besarnya reduksi limpasan dari air hujan di lokasi penelitian, sehingga dapat mengurangi beban saluran drainase yang ada dan sebagai salah satu suplesi air tanah yang ada dilokasi penelitian. Tahapan olah data mencakup analisis hidrologi dengan mencoba beberapa metode dalam menentukan debit banjir rencana. Dari beberapa metode yang dicoba, maka dipilih Metode Gumbel. Hasil yang diperoleh dilakukan analisa hidrologi didapat curah hujan 2, 5 dan 10 tahun sebesar 0,0034 m3/det; 0,0046 m3/det dan 0,0053 m3/det untuk analisa geoteknik pada lokasi fasum didapat 14,25% lempung; 83.75% lanau dan 2% pasir dan untuk lokasi rumah warga didapat 24,60% lempung; 63,40% lanau dan 12% pasir dan dari 1 buah sumur resapan yang dibuat di lokasi fasum dapat mereduksi air limpasan sebesar 12,81 % untuk periode ulang 2 tahun, 9,47% untuk periode ulang 5 tahun dan 8,22% untuk periode ulang 10 tahun. Reduksi air limpasan dengan menggunakan sumur resapan diharapkan dapat mengurangi beban saluran drainase yang ada dilokasi penelitian, sehingga peluang genangan/banjir pada saat hujan tidak terjadi/berkurang.