Transportasi udara merupakan sarana mobilisasi yang sangat efektif karena waktu pergerakan yang lebih singkat dibandingkan moda transportasi lainnya. Guna mendukung kelancaran dan keselamatan operasional di sisi udara, peran bandar udara sebagai penyedia jasa infrastruktur sangat krusial. Dalam interaksinya dengan maskapai sebagai pengguna jasa utama, pihak pengelola bandara perlu memperhatikan kualitas pelayanan teknis dan kelayakan fasilitas guna menunjang efisiensi operasional pesawat. Kepuasan maskapai menjadi indikator penting dalam menilai performa pelayanan di bandar udara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dengan jumlah responden sebanyak 7 personel maskapai yang beroperasi aktif. Mengingat jumlah sampel yang terbatas dan hasil uji normalitas yang menunjukkan data tidak berdistribusi normal (0,003 < 0,05), maka teknik analisis data yang digunakan dialihkan menggunakan statistik non-parametrik, yaitu uji korelasi Rank Spearman dan analisis koefisien determinasi. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah Kualitas Pelayanan Aviobridge dan Fasilitas Apron, sedangkan Variabel Dependennya adalah Kepuasan Maskapai. Hasil pengujian secara parsial dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan Aviobridge berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Maskapai, ditunjukkan oleh nilai korelasi Spearman sebesar 0,935 dengan signifikansi 0,002 < 0,05. Demikian pula dengan Fasilitas Apron yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Maskapai dengan nilai korelasi sebesar 0,935 dan signifikansi 0,002 < 0,05. Secara keseluruhan, kontribusi kedua variabel tersebut terhadap kepuasan maskapai sangat kuat, yakni sebesar 87,42% sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi.