Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap peran musik dalam mendukung kesehatan mental, namun masih terdapat perbedaan temuan mengenai manfaat dan risiko keterlibatan musik terhadap kondisi psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan antara musik dan kesehatan mental dengan meninjau manfaat, risiko, serta kompleksitas yang melatarbelakanginya. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal nasional dan internasional, serta artikel akademik yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis, mengurangi kecemasan, membantu regulasi emosi, serta mendukung proses terapeutik pada berbagai gangguan mental. Namun, penggunaan musik yang tidak tepat juga dapat memperkuat perilaku ruminatif dan meningkatkan kerentanan psikologis pada individu tertentu. Selain itu, faktor genetik, neurobiologis, dan lingkungan sosial berperan penting dalam menentukan dampak musik terhadap kesehatan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan antara musik dan kesehatan mental bersifat kompleks, multidimensional, dan tidak dapat dipahami melalui hubungan sebab-akibat yang sederhana. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal dan integratif untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan tersebut secara lebih mendalam.