Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi yang menjalankan aktivitas usaha ritel berbasis syariah, tetapi juga menjadi sarana tazkiyah yang menanamkan nilai-nilai sosial dan spiritual kepada anggotanya. Kehadiran gerai ritel modern di sekitar lingkungan pesantren memunculkan dilema konsumsi bagi anggota, yaitu memilih berbelanja berdasarkan pertimbangan efisiensi harga atau mempertahankan transaksi yang diyakini mengandung nilai keberkahan melalui Kopontren. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi makna loyalitas anggota terhadap Kopontren dengan mempertimbangkan dimensi sosio-spiritual yang khas dalam lingkungan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal pada Kopontren Khas Kempek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 14 informan, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loyalitas anggota tidak terbentuk secara linear berdasarkan pertimbangan ekonomi semata, melainkan melalui konstruksi sosio-spiritual yang kompleks. Penelitian mengidentifikasi tiga tipologi anggota, yaitu loyalis spiritual, pragmatis terbatas, dan loyalis tersembunyi. Selain itu, loyalitas berkembang melalui tiga tahapan yang saling berkaitan, yaitu keterikatan administratif, ikatan persaudaraan sosial (ukhuwah), dan ikatan spiritual yang dimediasi oleh otoritas kiai. Temuan ini memperluas konsep loyalitas konvensional dengan menghadirkan perspektif patronase sosio-spiritual, di mana komitmen anggota dipengaruhi oleh nilai-nilai teologis yang mampu mereduksi sensitivitas terhadap harga. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara penetapan harga yang adil, penguatan pendidikan spiritual, dan penciptaan pengalaman berbelanja yang selaras dengan identitas pesantren dalam pengelolaan ritel berbasis nilai.