Sertifikasi halal semakin diakui sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di industri pangan halal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sertifikasi halal terhadap kinerja usaha UMKM pangan melalui tiga dimensi, yaitu biaya produksi, strategi pemasaran, dan loyalitas konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yang mengombinasikan penyebaran kuesioner skala Likert kepada 30 UMKM bersertifikat halal yang dipilih secara purposive sampling dengan dua putaran Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Satuan Tugas Pendamping Proses Produk Halal Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dan ditriangulasi dengan hasil FGD serta kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal memberikan dampak yang beragam terhadap biaya produksi; 40% UMKM mengalami penurunan biaya akibat meningkatnya efisiensi rantai pasok, sedangkan 40% lainnya mengalami sedikit kenaikan biaya karena penyesuaian terhadap standar halal. Pada aspek pemasaran, 90% UMKM melakukan perubahan strategi melalui penguatan branding halal, pemanfaatan pemasaran digital, dan perluasan segmen pasar. Selain itu, 94% responden melaporkan peningkatan penjualan dan 84% menyatakan meningkatnya loyalitas konsumen. Temuan ini menegaskan bahwa sertifikasi halal berperan sebagai katalis multidimensional yang meningkatkan efisiensi operasional, efektivitas pemasaran, serta hubungan jangka panjang dengan konsumen. Hasil penelitian juga memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan pendampingan sertifikasi halal yang lebih efektif di tingkat daerah maupun nasional.