Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Remaja Sadar Kesehatan Reproduksi (SADARI) Melalui Edukasi Bahaya Gonore di SMK Rajawali Budi Rustandi; Tegar Permana Wibawa; Nabyla Anggraeni Widjaksana; Anida Meilia Putri; Revalani Ayu Putri; Silvia Dwi Rahayu; Juwita Lestari; Siti Mariam Asiyurur; Nopi Yulandari; Theophylia Melisa Manumara; Deni Purnama
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1271

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi, termasuk infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore, akibat rendahnya pengetahuan dan perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan remaja melalui Program Remaja Sadar Kesehatan Reproduksi (SADARI) untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai bahaya gonore. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan pendekatan pre-test dan post-test, penyampaian materi menggunakan PowerPoint, diskusi interaktif, ice breaking, dan leaflet. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Juni 2026 dengan melibatkan 23 siswa kelas X SMK Kesehatan Rajawali. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi, ditandai dengan peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test serta partisipasi aktif siswa selama kegiatan. Program SADARI efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai gonore dan pencegahannya. Oleh karena itu
HUBUNGAN SIKAP IBU DALAM PEMENUHAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 2-5 TAHUN DI DESA CIWARUGA Neyza Taliya Suciany; Budi Rustandi; Metilda Metilda; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56819

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai kegagalan pertumbuhan linear pada balita yang dipicu oleh defisiensi nutrisi kronis, sehingga mengakibatkan tinggi badan yang tidak sesuai dengan standar usianya. Fenomena ini berakar pada kurangnya asupan gizi sejak fase gestasi hingga masa awal pertumbuhan, serta dipengaruhi oleh pola pengasuhan yang tidak optimal. Dalam konteks ini, respons dan sikap ibu terhadap pemenuhan selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi pilar utama dalam strategi preventif stunting. Penelitian ini mengevaluasi korelasi antara sikap ibu dalam periode 1000 HPK dengan prevalensi stunting pada balita usia 2–5 tahun di Desa Ciwaruga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif melalui pendekatan analitik observasional cross-sectional, penelitian ini berupaya membedah keterkaitan variabel tersebut secara empiris. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 527 subjek, dengan pengambilan sampel sebanyak 84 responden melalui metode purposive sampling. Dalam proses pengumpulan data, sikap ibu dievaluasi menggunakan kuesioner, sementara kondisi stunting divalidasi melalui pengukuran tinggi badan secara langsung. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk memetakan hubungan antarvariabel. Temuan menunjukkan p-value sebesar 0,000 (di bawah ambang batas 0,05), yang mengonfirmasi adanya korelasi signifikan antara sikap ibu dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan dengan angka kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun di Desa Ciwaruga. Hal ini menegaskan bahwa perilaku ibu merupakan determinan penting dalam kesehatan pertumbuhan anak, ibu dengan sikap yang positif memiliki peluang lebih besar untuk menjaga status gizi anak tetap normal dibandingkan ibu dengan sikap dalam kategori cukup atau kurang.