Khoirul Anwar
STAI Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REKONSTRUKSI LIMA PILAR TATA KELOLA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DISRUPSI: ANALISIS KOMPARATIF LITERATUR MANAJEMEN TEORETIS DAN PRAKTIS Aditia Armadan; Khoirul Anwar; Idham Juanda; Ilyas Rozak Hanafi; Muhamad Qomarudinul Huda
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11783

Abstract

ABSTRACT There is a gap between the ideal concept of governance in Islamic Educational Institutions (IEIs) based on modern management theory and its practical implementation, which is still dominated by bureaucratic, centralized, and less adaptive patterns in the era of disruption. This gap is important to examine because it negatively affects the flexibility, innovation, and competitiveness of IEIs in responding to technological and social changes. This study aims to reconstruct the five pillars of IEI governance through a comparative analysis between theoretical literature and empirical practices within the context of the disruption era. This research employs a qualitative approach using a Systematic Literature Review (SLR) method based on PRISMA guidelines, covering literature published from 2016 to 2026. Data analysis was conducted using content analysis and comparative techniques to identify the gap between theory and practice. The findings reveal a significant discrepancy between the ideal standards of modern management theory and the actual implementation in IEIs. The reconstructed governance model is formulated into five main pillars: collective-agile leadership, integrative hybrid curriculum, sustainable reskilling-based human resource development, financial independence through productive waqf and digital governance, and pentahelix partnerships based on global networks and big data. In conclusion, the transformation of IEI governance requires the integration of modern management theory and Islamic values to enhance resilience, accountability, and global competitiveness in a sustainable manner. ABSTRAK Terdapat kesenjangan antara konsep ideal tata kelola Lembaga Pendidikan Islam (LPI) berbasis teori manajemen modern dengan praktik implementasinya yang masih didominasi pola birokratis, sentralistik, dan kurang adaptif terhadap era disrupsi. Kesenjangan ini penting dikaji karena berdampak pada rendahnya fleksibilitas, inovasi, dan daya saing LPI dalam menghadapi perubahan teknologi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi lima pilar tata kelola LPI melalui analisis komparatif antara literatur teoretis dan praktik empiris dalam konteks era disrupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA terhadap literatur tahun 2016-2026. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi dan komparatif untuk mengidentifikasi kesenjangan antara teori dan praktik. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara idealitas teori manajemen modern dan realitas implementasi di LPI. Rekonstruksi tata kelola dirumuskan dalam lima pilar, yaitu kepemimpinan kolektif-agil, kurikulum hibrida integratif, pengembangan SDM berbasis reskilling berkelanjutan, kemandirian finansial melalui wakaf produktif dan digital governance, serta kemitraan pentahelix berbasis jaringan global dan big data. Kesimpulannya, transformasi tata kelola LPI menuntut integrasi teori modern dan nilai-nilai Islam untuk meningkatkan resiliensi, akuntabilitas, dan daya saing global secara berkelanjutan.