Paula Clara Heiny Supit
Program Studi Agronomi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme dari Bahan Sampah Dapur oleh Kelompok PKK Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat Minahasa Utara : Training on Making Eco-Enzymes from Kitchen Waste by the PKK Group in Maumbi Village, Kalawat District, North Minahasa Jeanne Martje Paulus; Meity Rosadelly Rantung; Paula Clara Heiny Supit; Langimanapa Sofia Demmassabu
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 8 No. 1 (2026): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v8i1.68039

Abstract

The creation of eco-enzymes is one solution to address waste problems, especially in urban areas. Eco-enzymes are fermented liquids made from organic waste such as fruit peels and vegetable scraps, with added brown sugar and water. They are dark brown in colour and have a strong fermented aroma. This liquid is useful as a multi-purpose cleaner, for personal care, health, the environment, and agriculture. Community Service Partners (PKM) are the PKK group from Maumbi Village, Kalawat District, North Minahasa, who generally do not have knowledge about eco-enzymes. The applied science and technology include: (1) an introduction to household organic waste and market waste, (2) training in processing kitchen waste into eco-enzymes (practised directly), and (3) how to apply eco-enzymes for various household and agricultural needs. The implementation methods include: (1) counselling on organic waste and its handling, (2) training in making eco-enzymes from kitchen waste, (3) mentoring partner groups, and (4) monitoring and evaluation. The results of the PKM activities demonstrated that partner groups were able to understand and practice eco-enzyme production and master its use for various household needs and as a nutrient source for plants. The output of this activity was a scientific article published in a national community service journal. ABSTRAK Pembuatan eco-enzyme merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah sampah, terutama di wilayah perkotaan dan semi-perkotaan. Eco-enzyme adalah cairan hasil fermentasi dari sampah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran yang diberi tambahan gula merah/molase dan air, berwarna cokelat gelap, serta memiliki aroma asam fermentasi yang kuat. Cairan ini bermanfaat sebagai pembersih serbaguna, disinfektan, pupuk cair, dan penjernih air. Mitra Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah kelompok ibu-ibu PKK Desa Maumbi, Kec. Kalawat, Minahasa Utara, yang pada umumnya belum memiliki pengetahuan tentang pengelolaan eco-enzyme. Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang diterapkan meliputi: (1) pengenalan tentang manajemen sampah organik rumah tangga, (2) pelatihan pengolahan sampah dapur menjadi eco-enzyme secara langsung, dan (3) tata cara aplikasi eco-enzyme untuk kebutuhan domestik dan pertanian. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik (hands-on), pendampingan intensif selama masa fermentasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan PKM menunjukkan peningkatan signifikan kapasitas mitra, di mana kelompok PKK mampu mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara mandiri dengan tingkat pemahaman di atas 85% serta menguasai aplikasinya sebagai nutrisi tanaman. Luaran dari kegiatan ini adalah publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional pengabdian masyarakat.