Hanggar Budi Prasetya
Jurusan Pedalangan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakter Cablaka pada Tokoh Bawor dalam Pakeliran Gaya Banyumasan Lakon Wahyu Windu Wulan Slamet Sakti Hidayat; Hanggar Budi Prasetya; Ign. Krisna Nuryanta Putra; Krystiadi Krystiadi
Wayang Nusantara: Journal of Puppetry Vol 6, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/wayang.v6i2.12366

Abstract

AbstractThis study aims to scientifically prove the cablaka characteristics of Bawor character in Banyumasan wayang performance Wahyu Windu Wulan play presented by Ki Sugino Siswocarito. This study tries to see how the cablaka characteristics of Bawor character is reflected in the play. For the purpose, cablaka concept is used. The results have proven that when the puppet master presents Bawor character, he employs the techniques. Its cablaka characteristics are reflected through the depiction of living environment which is far from royal etiquette; namely in terms of the character’s behaviors, opinions, way of thinking, and way of communication with others, the other characters’ opinions about the character, other characters’ reactions to the character, and the character’s reactions to other characters who are honest, innocent and childish. The cablaka characteristics of Bawor character in wayang performance is evident from the language used, such as using rough, spontaneous, straightforward ngapak dialect giving the impression of being impolite and rude, but also serious, funny, pleasing and comical.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah mengenai karakter cablaka tokoh Bawor dalam pakeliran gaya Banyumasan lakon Wahyu Windu Wulan sajian Ki Sugino Siswocarito. Masalah utama yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana karakter cablaka tokoh Bawor tercermin dalam lakon tersebut. Untuk menjawab pertanyaan yang diajukan, langkah pertama yang dilakukan yaitu studi pustaka, dilanjutkan pengumpulan data, pengambilan sampel data. Langkah selanjutnya adalah transkripsi ucapan dalang dilanjutkan analisis menggunakan konsep cablaka. Berdasarkan hasil analisis, terbukti bahwa pada saat dalang menampilkan tokoh Bawor, karakter cablaka tercermin melalui gambaran lingkungan kehidupannya yang jauh dari tata krama keraton; perilaku, pendapat mengenai dirinya sendiri, jalan pikiran tokoh, cara tokoh lain berbicara dengannya, pendapat tokoh lain tentangnya, reaksi tokoh lain terhadap tokoh, dan reaksi tokoh terhadap tokoh lain yang menunjukkan sifat jujur, lugu, dan murni seperti anak-anak. Karakter cablaka tokoh Bawor dalam pakeliran terlihat melalui bahasanya yang menggunakan dialek ngapak dan kasar, ceplas-ceplos (‘spontan’), thok melong (‘tanpa basa-basi’), lugas yang terkesan tidak memiliki sopan santun dan kurang ajar; mbloak (‘serius tapi lucu’), dablongan (‘seenaknya sendiri’); dan sifatnya yang suka mbanyol (‘melawak’).