Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh size, current ratio (CR), loan to deposit ratio (LDR), net interest margin (NIM), dan non performing loan (NPL) terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2022. Profitabilitas merupakan indikator utama dalam menilai efektivitas pengelolaan sumber daya perusahaan dan menjadi perhatian investor, kreditor, serta manajemen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fluktuasi profitabilitas perbankan selama periode pascapandemi serta inkonsistensi hasil penelitian terdahulu terkait faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 138 observasi. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda setelah melalui pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa size berpengaruh positif terhadap profitabilitas, yang mengindikasikan bahwa semakin besar aset yang dimiliki bank maka semakin besar kemampuan bank menghasilkan laba. Current ratio tidak berpengaruh terhadap profitabilitas karena tingginya likuiditas belum tentu mencerminkan efisiensi penggunaan aset. Loan to deposit ratio juga tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, yang menunjukkan bahwa penyaluran kredit belum sepenuhnya mampu meningkatkan laba perusahaan. Net interest margin tidak berpengaruh terhadap profitabilitas selama periode penelitian. Sebaliknya, non performing loan berpengaruh negatif terhadap profitabilitas karena peningkatan kredit bermasalah dapat menurunkan pendapatan dan meningkatkan biaya pencadangan. Temuan ini memberikan implikasi bahwa manajemen perbankan perlu memaksimalkan pemanfaatan aset dan memperkuat pengelolaan risiko kredit guna meningkatkan profitabilitas perusahaan secara berkelanjutan.