Nilai religius merupakan fondasi karakter yang memerlukan pembinaan sistematis melalui pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun nilai religius siswa di SMPN 1 Losarang Indramayu, dengan fokus pada peran pembelajaran intrakurikuler dan pembiasaan budaya religius di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, guru PAI, wali kelas, dan siswa, serta dokumentasi program sekolah. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling berbasis kriteria kompetensi dan keterlibatan langsung dalam program keagamaan. Analisis data mengadopsi model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung oleh triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PAI berjalan efektif melalui integrasi Kurikulum Merdeka dengan program pembiasaan religius seperti shalat berjamaah, tilawah Al-Qur’an, infaq rutin, dan keteladanan guru. Pembelajaran intrakurikuler PAI menekankan pendekatan student-centered, integrasi nilai akhlak dalam setiap kompetensi dasar, serta penilaian autentik berbasis sikap dan praktik. Tantangan utama meliputi kesenjangan pemahaman awal siswa, pengaruh lingkungan keluarga, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Strategi penanganan meliputi kolaborasi guru PAI dengan wali kelas, pendampingan bimbingan konseling, dan penguatan komunikasi sekolah-ortu. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pendidikan karakter Islam dengan menunjukkan bahwa keberhasilan penanaman nilai religius tidak hanya bergantung pada pembelajaran formal, tetapi juga pada ekosistem sekolah yang konsisten, partisipatif, dan berbasis keteladanan.