Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN IPA BIOLOGI MATERI VIRUS KELAS X DI SMAS MUHAMMADIYAH RAPPANG Andi Uceng; Rahli Shadri; Sarifuddin; Hardiana; Hardiani
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juni)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i6.6951

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran IPA Biologi materi virus kelas X di SMAS Muhammadiyah Rappang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa yang beragam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 12 siswa kelas X. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui asesmen diagnostik, diferensiasi konten, diferensiasi proses, diferensiasi produk, dan evaluasi pembelajaran. Guru menyesuaikan bahan ajar, aktivitas belajar, serta bentuk tugas berdasarkan tingkat kesiapan dan gaya belajar siswa. Implementasi ini mendorong siswa lebih aktif, percaya diri, dan mampu menunjukkan pemahaman melalui produk belajar yang beragam, seperti PowerPoint, mind mapping, dan poster. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan secara efektif pada materi virus karena memberi ruang bagi siswa untuk memahami dan menyajikan materi sesuai kemampuan, minat, serta kebutuhan belajarnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa diferensiasi bisa diterapkan dengan baik, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, dilakukan perencanaan awal dengan cara mengenali kemampuan murid sejak awal, yaitu dengan mengetahui minat mereka serta tingkat kesiapan belajar, kemudian menentukan materi-materi yang sangat penting untuk dicapai dalam proses belajar. Kedua, ada tiga komponen utama yang dilakukan, yaitu diferensiasi isi, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. Ketiga, melakukan pengecekan untuk mengetahui seberapa baik tujuan pembelajaran yang dilakukan berhasil dan efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses belajar cukup aktif, terlihat dari lembar kerja murid dan presentasi yang sesuai dengan tingkat pemahamannya masing-masing. Hal ini terlihat dari beragam bentuk karya yang dihasilkan, seperti presentasi dalam bentuk powerpoint, mind mapping, dan poster. Selanjutnya,  karya-karya tersebut dipertunjukkan oleh murid sesuai dengan kebutuhan dan situasi belajar masing-masing. Temuan ini menunjukkan bahwa murid mampu menyampaikan pemahaman mereka dengan berbagai media, serta menunjukkan kemampuan dalam menyesuaikan cara penyajian dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan.