Sindrom Koroner Akut (SKA) salah satu dari penyakit kardiovaskular yang memerlukan tindakan Intervensi Koroner Perkutan (IKP) berdampak signifikan terhadap kapasitas fungsional terutama lingkup domain fisik. Kembali bekerja memberikan tantangan tersendiri bagi pasien usia produktif yang seringkali memengaruhi kesejahteraan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien usia produktif yang kembali bekerja paska IKP di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 147 pasien yang dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SF-36 dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Tujuh variabel independen yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, penyakit penyerta, kelelahan, efikasi diri dan dukungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh variabel tersebut berhubungan signifikan dengan kualitas hidup (p < 0.05). Secara spesifik, hasil uji statistik menunjukkan usia (p=0.003), jenis kelamin (p=0.018), pekerjaan (p=0.038), penyakit penyerta (p=0.016), kelelahan (p=0.003), efikasi diri (p=0.018), dan dukungan sosial (p=0.001) memiliki kaitan erat. Di antara responden, 46.2% melaporkan kualitas hidup yang tinggi, namun terdapat tantangan pada dominan pekerjaan. Dukungan sosial ditemukan sebagai faktor yang paling dominan memengaruhi kualitas hidup pasien. Kualitas hidup pasien paska IKP dipengaruhi oleh integrasi faktor fisik dan psikososial, dengan dukungan sosial sebagai faktor kunci yang memitigasi tantangan pada domain pekerjaan bagi pasien di usia produktif.