Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa yang ditunjukkan oleh kurangnya kemampuan menghasilkan ide, mengembangkan gagasan, dan menyelesaikan masalah secara inovatif dalam pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa kelas V MIS Nurul Yaqin Sungai Duren Tahun Pelajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa secara signifikan. Persentase kreativitas siswa berdasarkan hasil observasi meningkat dari 53,82% pada pra-siklus menjadi 84,09% pada siklus II, sedangkan hasil angket meningkat dari 56,25% menjadi 81,25%. Peningkatan terlihat pada indikator kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model PjBL dalam pembelajaran IPAS yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kreatif melalui proyek kontekstual yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PjBL efektif menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa