Saveta, Rexanda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Tingkat Kepatuhan dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri di Crushing Plant PT. ABC Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan Sani, Rifki Asrul; Nurhidayah, Siti; Saveta, Rexanda
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60008

Abstract

Keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam kegiatan pertambangan, salah satunya melalui kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang bersifat wajib. Seiring dengan hasil pemantauan terkait tingkat kepatuhan karyawan yang mengalami penurunan, maka diperlukan observasi lanjutan sebagai bahan evaluasi untuk mengurangi Kondisi Tidak Aman (KTA) dan Tindakan Tidak Aman (TTA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) wajib pada area Crushing Plant di PT. ABC. Penelitian dilakukan selama dua bulan melalui metode observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada 100 pekerja operator dump truck dari lima kontraktor yang berbeda, dengan komposisi rata-rata >30% dari masing-masing kontraktor yang dapat diwawancarai, serta waktu bekerja pada shift siang. Fokus penelitian diarahkan pada penggunaan APD wajib area Crushing Plant, yaitu sepatu keselamatan, helm, dan rompi reflektor. Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan tertinggi terdapat pada penggunaan sepatu keselamatan, sementara penggunaan helm dan rompi reflektor masih tergolong rendah, terutama pada kontraktor PT. Teta yang hanya mencapai 50%. Hasil kuesioner mengungkapkan bahwa 65% responden tidak menggunakan APD karena merasa tidak nyaman, 14% menyatakan APD tidak layak pakai, dan 21% merasa geraknya terbatas saat mengenakan APD. Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pekerja antara lain kenyamanan, kelayakan APD, kurangnya pengawasan dari atasan, serta tidak adanya sanksi tegas terhadap pelanggaran. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara tingkat kesadaran pekerja dengan perilaku aktual di lapangan, di mana sebagian pekerja tetap mengabaikan penggunaan APD saat tidak berada dalam pengawasan langsung.