Rework merupakan salah satu masalah yang umum terjadi dalam proyek konstruksi dan sering kali berdampak pada keterlambatan waktu, pembengkakan biaya, dan penurunan kualitas pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang menyebabkan terjadinya rework pada pekerjaan rangka atap dalam proyek rehabilitasi Stadion Mandala di Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 responden, terdiri dari mandor, tukang, pengawas, dan pelaksana proyek yang terlibat langsung dalam pekerjaan rangka atap. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS, sedangkan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan penilaian tingkat risiko (risk rating). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap terjadinya rework, yaitu kesalahan desain, perubahan spesifikasi teknis, kurangnya keterampilan tenaga kerja, lemahnya pengawasan lapangan, serta kesalahan dalam metode kerja. Faktor kesalahan desain dan kurangnya keterampilan tenaga kerja menempati urutan tertinggi sebagai penyebab utama terjadinya rework. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi bagi pihak manajemen proyek agar dapat meminimalkan rework melalui perencanaan yang lebih matang, peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan pengawasan yang lebih ketat. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen risiko konstruksi, khususnya dalam konteks proyek rehabilitasi infrastruktur di wilayah Indonesia Timur.Kata kunci : Rework, Risiko, Rangka Atap, Konstruksi, Stadion Mandala