Ratu Ayu Syiffa Nur Haliza
Universitas Ichsan Satya, Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Vulva Hygiene dengan Kejadian Keputihan Abnormal pada Remaja Putri Tuna Grahita Mampu Didik Nerli Adria Sinabutar; Tantri Wenny Sitanggang; Emah Rohemah; Ratu Ayu Syiffa Nur Haliza
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.807

Abstract

Keputihan abnormal pada remaja putri masih menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang cukup sering ditemukan dan berkaitan dengan perilaku vulva hygiene. Remaja putri tunagrahita mampu didik memiliki keterbatasan dalam memahami dan menerapkan perilaku kesehatan reproduksi sehingga berisiko mengalami gangguan kebersihan genital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan abnormal pada remaja putri tunagrahita mampu didik di SMAKH Kota Tangerang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 54 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan pendekatan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner perilaku vulva hygiene dan kejadian keputihan abnormal melalui wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact sebagai alternatif uji chi-square serta uji kekuatan hubungan menggunakan Cramer’s V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 15 tahun (46,3%) dan berasal dari kelas X (46,3%). Mayoritas responden memiliki perilaku vulva hygiene kategori kurang (40,7%), dan sebanyak 57,4% mengalami keputihan abnormal. Pada responden dengan perilaku vulva hygiene baik, sebagian besar mengalami keputihan normal (69,2%), sedangkan pada kategori kurang mayoritas mengalami keputihan abnormal (86,4%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan abnormal (p=0,001) dengan kekuatan hubungan tergolong kuat (Cramer’s V=0,53). Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi dan pendampingan praktik vulva hygiene pada remaja tunagrahita mampu didik sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan risiko keputihan abnormal.