Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Tax Avoidance pada Perusahaan Subsektor Pertanian: Peran Profitabilitas dan Inventory Intensity Wendra Afriana; Mujiyani Mujiyani; Lasminiasih Lasminiasih; Erna Kustyarini
Journal of Business and Economics Research (JBE) Vol 7 No 2 (2026): June 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jbe.v7i2.10240

Abstract

This study aims to analyze the effect of profitability and inventory intensity on tax avoidance in palm oil plantation sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020–2024 period. Tax avoidance refers to a company's efforts to minimize its tax burden by exploiting loopholes within existing tax regulations. This practice has become a significant concern because it has the potential to reduce government tax revenues, particularly in the palm oil plantation sector, which makes a substantial contribution to the national economy. Profitability is proxied by Return on Assets (ROA), while inventory intensity is measured by the proportion of inventory to total assets. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from the financial statements of palm oil plantation sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. The sample was selected using a purposive sampling technique, resulting in several companies that met the research criteria. Data analysis was conducted using panel data regression with the assistance of EViews 13 software. Model selection was carried out through the Chow Test, Hausman Test, and Lagrange Multiplier Test, which indicated that the Random Effect Model (REM) was the most appropriate model for this study. The results show that, partially, profitability (ROA) has a negative and significant effect on tax avoidance, while inventory intensity has no significant effect on tax avoidance. Simultaneously, profitability and inventory intensity have a significant effect on tax avoidance. Furthermore, the coefficient of determination test indicates that the two independent variables explain 35.23% of the variation in tax avoidance, while the remaining 64.77% is influenced by other factors outside the research model. This study provides an empirical contribution by extending the literature on the determinants of tax avoidance in palm oil plantation sub-sector companies and providing evidence that profitability is a more dominant factor than inventory intensity in influencing tax avoidance practices.
Analisis Perubahan Perilaku Berutang Peserta setelah Edukasi “Baca–Hitung–Cek sebelum Klik Setuju”: Studi pada Strategi Penggunaan Pinjol Legal yang Aman dan Bertanggung Jawab Immi Fiska Tarigan; Ariyanto Ariyanto; Nia Yuningsih; Wendra Afriana; Sri Wahyuni Handayani
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 03 (2025): Desember: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i03.2573

Abstract

Kemudahan akses pinjaman online (pinjol) mendorong peningkatan penggunaan layanan kredit digital, namun sering diikuti perilaku berutang yang kurang terencana akibat minimnya pemahaman biaya, tenor, dan risiko, termasuk risiko layanan ilegal dan penyalahgunaan data pribadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan perilaku berutang peserta setelah edukasi “Baca–Hitung–Cek sebelum Klik Setuju” sebagai strategi penggunaan pinjol legal yang aman dan bertanggung jawab. Metodologi menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain pretest–posttest dan pendalaman kualitatif. Responden merupakan peserta kegiatan edukasi literasi keuangan digital pada komunitas/instansi mitra. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pemahaman struktur biaya (bunga, biaya layanan, denda), kemampuan perencanaan pembayaran (cashflow sederhana), perilaku verifikasi legalitas, serta indikator kehati-hatian digital (izin aplikasi, OTP, phishing). Data kualitatif diperoleh melalui wawancara singkat/FGD untuk menangkap alasan perubahan keputusan berutang dan hambatan penerapan strategi. Analisis kuantitatif dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji beda berpasangan, sedangkan data kualitatif dianalisis tematik. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman komponen biaya dan kemampuan menghitung total kewajiban, peningkatan kepatuhan verifikasi legalitas sebelum meminjam, serta penurunan kecenderungan mengambil pinjaman tanpa perencanaan. Peserta juga melaporkan perubahan strategi penggunaan pinjol menjadi lebih selektif, seperti membatasi nominal, memilih tenor realistis, dan mengutamakan kebutuhan produktif. Implikasi penelitian menegaskan bahwa strategi edukasi sederhana dan operasional “Baca–Hitung–Cek” efektif mendorong perilaku pinjol yang lebih aman, dan dapat dijadikan model intervensi literasi keuangan digital berbasis komunitas/sekolah. Orisinalitas penelitian terletak pada pengukuran perubahan perilaku berutang yang dikaitkan langsung dengan langkah praktis pengambilan keputusan pinjol (membaca ringkasan, menghitung total biaya, dan mengecek legalitas) serta integrasinya dengan praktik keamanan data pribadi.