Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PENGARUH VARIASI JENIS KACA TERHADAP KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI LOBI ATRIUM, STUDI KASUS: GEDUNG KULIAH TERINTEGRASI POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Brilianty Wijaya
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/5v2w7653

Abstract

Pencahayaan alami merupakan salah satu strategi desain pasif yang dapat mendukung efisiensi energi bangunan melalui pengurangan penggunaan pencahayaan buatan pada siang hari. Kinerja pencahayaan alami di dalam ruang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah karakteristik material kaca yang digunakan pada bukaan bangunan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi material kaca pada bukaan fasad terhadap kinerja pencahayaan alami di lobi atrium lantai satu yang memperoleh pencahayaan alami melalui bukaan samping dan skylight. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan pengukuran kondisi eksisting dan simulasi menggunakan perangkat lunak Ecotect yang dikonversi ke Radiance untuk memperoleh hasil yang lebih akurat. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter iluminasi (lux), faktor siang hari (daylight factor), dan rasio keseragaman pencahayaan pada kondisi langit cerah, berawan, dan mendung. Variasi material yang dianalisis meliputi kaca bening, kaca absorbing, kaca reflecting, dan kaca low-emissivity (low-e). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kaca absorbing reflektif, dan low-e menyebabkan penurunan tingkat iluminasi pada area yang berjarak sekitar 3 meter dari bukaan dibandingkan dengan penggunaan kaca bening. Meskipun mampu mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke dalam ruang, ketiga jenis kaca tersebut menghasilkan nilai iluminasi rata-rata yang masih berada di bawah standar pencahayaan yang direkomendasikan. Oleh karena itu, pada objek penelitian ini, kaca bening memberikan performa pencahayaan alami yang lebih baik dibandingkan dengan kaca absorbing, reflektifing, maupun low-e dalam memenuhi kebutuhan iluminasi ruang.