I Wayan Runa
Program Studi Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan, Universitas Warmadewa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR WISATA KERETA GANTUNG DI DESA PELAGA KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG I Wayan Budi Merta; I Wayan Runa; Agus Kurniawan
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i8.193

Abstract

Desa Pelaga adalah sebuah desa wisata yang menawarkan potensi sumber daya alam seperti Jembatan Tukad Bangkung, Air Terjun Nungnung, Bagus Agro Wisata, dan Pura Pucak Mangu.Penelitian ini menerapkan metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peserta dalam penelitian ini terdiri dari para pemangku kepentingan yang berhubungan dengan pengembangan pariwisata di Desa Pelaga. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, wawancara, serta studi literatur, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan ditambah dengan analisis data survei kuantitatif untuk interpretasi hasil. Salah satu inovasi yang diajukan adalah pengembangan Rencana Atraksi Wisata (kereta gantung) yang berfungsi sebagai penghubung antar objek daya tarik wisata (ODTW), sekaligus menjadi solusi untuk meningkatkan konektivitas destinasi wisata di Desa Pelaga. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menghambat pengembangan agrowisata di Desa Pelaga, selain itu untuk menentukan alternatif lokasi stasiun utama dan model kereta gantung dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan serta pola pergerakan wisatawan berdasarkan jalur wisata yang ada di Desa Pelaga.
KONSEP RE-PLANNING KOMPLEKS GEREJA SÃO PAULO LOSPALOS MELALUI PENDEKATAN INKULTURASI BUDAYA DI TIMOR LESTE Olivio Pinto Da Silva; I Kadek Merta Wijaya; I Wayan Parwata; I Wayan Runa; Dewa Ayu Nyoman Sri Astuti
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i8.196

Abstract

Gereja Katolik São Paulo di Kecamatan Lospalos menjadi salah satu contoh awal penerapan prinsip inkulturasi tersebut di Timor Leste. Perubahan signifikan dalam bentuk dan gaya arsitektur gereja terjadi terutama setelah Konsili Vatikan II, yang menyerukan penggunaan pola arsitektur lokal dan penyesuaian bangunan gereja dengan lingkungan sekitarnya. Surat edaran Konsili ini memuat dua aspek: di satu sisi, memberikan toleransi terhadap kearifan lokal; di sisi lain, mengandung motif politis untuk menarik penduduk lokal agar lebih menerima kehadiran gereja Katolik. Penelitian dilakukan dengan menggali informasi melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi untuk mendapatkan informasi tentang penerapan serta makna warna pada gereja Paroquia São Paulo Lospalos. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama dalam liturgi agama katolik, ini sangat sejalan dari keinginan Smutzer yang mana memang menginginkan Gereja dalam berkonsep budaya lospalos karna saking cintanya Smutzer dengan budaya setempat maka dijadikanlah Gereja paroki São Paulo lospalos  menjadi Gereja dengan konsep arsitektur budaya lospalos yang mana bangunan utamanya sampai kesenian seperti relif dan ornament yang terbentuk juga memakai budaya lospalos karna memang desain ini melibatkan dari ajaran vatikan dan kombinsai dengan budaya itu sendiri dan disetujui untuk dibangun menyerupai bangunan gereja pada umum nya. Ketiga respon masyarakat yang memang ada disana tidak mempermasalahkan bahkan mereka sangat kagum atas apa yang tercapai pada desain Gereja tersebut.