Sadina Puspita Padang
Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KRITIS PERILAKU POLITIK MAHASISWA (GOLPUT) UNIVERSITAS JAMBI PADA PILKADA JAMBI 2024 Amallia Marshanada; Reynlen Febrini Rezeki Tobing; Tesalonika Nainggolan; Afrilia Revani; Sadina Puspita Padang
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i11.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis perilaku golongan putih (golput) di kalangan mahasiswa pada Pilkada Jambi 2024 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fenomena golput di kalangan mahasiswa menjadi perhatian penting karena kelompok ini dianggap sebagai agen perubahan yang memiliki tingkat pendidikan dan kesadaran politik yang relatif tinggi. Namun, dalam praktiknya, partisipasi politik mahasiswa masih menunjukkan kecenderungan fluktuatif, termasuk dalam bentuk tidak menggunakan hak pilih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei terhadap mahasiswa yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat distribusi dan persentase perilaku golput berdasarkan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat golput mahasiswa tertinggi terdapat di Kota Jambi sebanyak 24 responden (38,2%). Sementara itu, daerah dengan tingkat golput terendah adalah Kerinci sebanyak 1 responden (1,6%). Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku golput mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya kepercayaan terhadap kandidat, minimnya sosialisasi politik, serta sikap apatis terhadap proses demokrasi lokal. Selain itu, dominasi wilayah perkotaan seperti Kota Jambi menunjukkan bahwa akses informasi yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan partisipasi politik.