Muhammad Sulthon
UIN Walisongo Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI DAKWAH ORGANISASI ISLAM PEREMPUAN DI KAWASAN PERBATASAN KALIMANTAN BARAT-SARAWAK MALAYSIA Santa Rusmalita; Ibrahim Ibrahim; Muhammad Sulthon; Abdul Razak Abdulroya Panaemalae
J-MD Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 7 No. 1 (2026): JMD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/1zbge084

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Dakwah Organisasi Islam Perempuan di perbatasan Kalimantan Barat-Sarawak Malaysia dimulai dengan melihat problem yang di hadapi, upaya yang dilakukan dalam mengatasi problem hingga dampak dari dakwah yang mereka lakukan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus dan pelaku dakwah. Sehingga hasil kajian menunjukkan bahwa Strategi Dakwah BKMT dan Salimah di kawasan perbatasan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat mengguanakan strategi sentimentil, rasional dan indrawi. Strategi sentimentil terlihat melalui pendekatan persuasif dan pembinaan keluarga, strategi rasional melalui pengajian dan penguatan pemahaman agama, sedangkan strategi indrawi dilakukan melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga strategi tersebut menunjukkan bahwa dakwah dilakukan secara kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat perbatasan dan menjawab problema yang dihadapi berupa keterbatasan geografis dan infrastruktur, minimnya kader dan dana, rendahnya pemahaman serta partisipasi keagamaan masyarakat, problem remaja, hingga lemahnya ketahanan keluarga. Dakwah yang dilakukan memberikan dampak pada penguatan spiritual masyarakat, meningkatnya solidaritas dan partisipasi sosial, tumbuhnya pemberdayaan ekonomi perempuan, serta penguatan kapasitas organisasi. Dengan demikian, dakwah tidak hanya berfungsi sebagai pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana penguatan sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat di kawasan perbatasan.