This Author published in this journals
All Journal Statika
Makmur Gedek
Universitas Graha Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PELAT LANTAI II PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH TERPADU SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MANDAILING NATAL Makmur Gedek; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1807

Abstract

Pada dasarnya bangunan yang ditinjau adalah pembangunan gedung kuliah terpadu Sekolah Tinggi Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina). Gedung ini dibangun untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mengimbangi jumlah mahasiswa untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, moderat dan inovatif sesuai dengan visi STAIN Madina. Pembangunan gedung ini dibangun secara permanen dengan jumlah struktur tiga lantai sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan gedung yang sudah ditetapkan. Prinsip dari perencanaan struktur gedung ini adalah menghasilkan suatu bangunan yang aman, nyaman, kuat, efisien dan ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal pelat serta jarak penulangan pelat lantai sesuai pembebanan dan gambar kerja yang ada dilapangan. Metode yang digunakan berdasarkan Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang dan Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung serta pembebanan disesuaikan peraturan pembebanan untuk rumah dan gedung. Berdasarkan hasil analisa yang di lakukan diambil kesimpulan yaitu tebal pelat lantai berdasarkan analisis dan kondisi dilapangan sebesar 12.5 cm dengan panjang 4,20 m dan lebar 3,60 m. Bentang balok terpanjang 8,40 m dan 7,20 m. Tebal pelat lantai berkurang akibat penambahan balok anak sehingga bentang pelat lebih pendek untuk mengurangi lendutan dan pembebanan. Jarak tulangan pelat lantai berdasarkan analisis yaitu untuk lapangan arah-x dan arah y yaitu Ø 10-100 sedangkan dilapangan untuk posisi tumpuan arah-x dan arah y yaitu Ø 10-200. Jika kita lihat posisi lapangan arah-x dan arah y analisa Ø 10-100 sedangkan yang di pasangan dilpangan untuk posisi lapangann arah-x dan arah y yaitu Ø 10-100. Jarak yang dianalisis lebih ekonomis dibandingkan dengan jarak yang ada dilapangan.