Kesenjangan teknologi pendidikan dalam pembelajaran berbasis sekolah merupakan hal yang sering terjadi dalam teknologi pendidikan dalam pembelajaran berbasis sekolah menengah ataupun swasta pada sekolah tersebut. kesenjangan dalam teknologi pembelajaran pendidikan dapat muncul dari keterbatasan infrastruktur internet, kurangnya perangkat seperti komputer di sekolah pedesaan, dan rendahnya keterampilan digital guru serta siswa. Di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), sinyal lemah dan listrik tidak stabil memperburuk akses ke alat pembelajaran digital. membuat pembelajaran didalam kelas menurun dan guru pun menjadi kesulitan dikarenakan kurangnya fasilitas memadai dalam sekolah , ketidakmerataan akses , atau kualitas, ketimpangan sosis – ekonomi terhadap siswa yang berada dipelosok wilayah. memerlukan solusi dan kolaboratif pemerintah dan sekolah dalam teknologi pendidikan bisa efektif dan efisien secara optimal pembelajaran tersebut. tanpa adanya kerja sama kesenjangan dapat terjadi dan memberikan dampak yang buruk bagi peserta didik menghmabat, pengembangan keterampilan dalam abad ke 21 seperti pikiran kristis yang siswa miliki. upaya pemerintah dan sekolah dapat dilakukan untuk mengatasi kesenjangan teknologi pendidikan dengan pemerataan fasilitas, infrastruktur yang diperlukan siswa dan guru mendukung pembelajaran disekolah lebih mengembangkan potensi setiap masing-masing siswa tersebut. hal ini juga akan membahas adanya upaya mitigasi yang telah dilakukan pemerintah. mengatasi ketimpangan kesenjangan tengah terjadi dipelosok desa , atau sekolah mengalaminya, lembaga pendidikan, dan organisasi internasional, serta rekomendasi untuk mengurangi kesenjangan tersebut di masa depan yang akan datang. dengan demikian, diperlukan kesenjangan teknologi pendidikan menjadi fokus. perhatian dalam reformasi pendidikan untuk menciptakan sistem pendidikan yang imklusif dan berkelanjutan memilki potensi lebih bermutu. guru mempunyai hak untuk memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat di dunia plafrom digital demikian siswa pun bisa lebih termotivasi.