Tafsir maudhu'i (tematik) muncul sebagai salah satu metode utama dalam penafsiran Al-Qur'an kontemporer, yang menawarkan cara membaca ayat-ayat yang tersebar mengenai satu tema sebagai satu kesatuan yang koheren dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep dasar, perkembangan historis, dan langkah-langkah metodologis tafsir maudhu'i, serta menilai relevansinya dalam menjawab persoalan sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis sepuluh artikel jurnal terakreditasi nasional yang seluruhnya diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir, ditunjang rujukan klasik dan kontemporer mengenai metodologi tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir maudhu'i dibangun atas prinsip bahwa Al-Qur'an dapat menjelaskan dirinya sendiri secara komprehensif melalui penghimpunan dan sintesis ayat-ayat bertema sama, dengan mengikuti langkah sistematis mulai dari penentuan tema hingga penarikan kesimpulan yang utuh. Perkembangan historisnya di Indonesia menunjukkan pergeseran dari kajian deskriptif menuju kajian yang lebih analitis dan responsif terhadap konteks sosial. Beberapa penelitian membuktikan penerapan praktis metode ini pada tema-tema kontemporer seperti ekologi dan korupsi, yang menegaskan kapasitasnya menjawab persoalan aktual. Namun demikian, tafsir maudhu'i juga menghadapi tantangan metodologis, termasuk risiko dekontekstualisasi ayat dari surat asalnya dan perdebatan berkelanjutan mengenai batas-batas epistemologisnya dibandingkan pendekatan hermeneutika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir maudhu'i tetap menjadi metode yang vital dan adaptif untuk menjembatani teks Al-Qur'an dengan kompleksitas kehidupan modern