Muhammad Muthi Hamidi
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Albadar Cipulus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Knowldge hiding dalam Organisasi Islam: Analisis Literatur mengenai Faktor Pemicu dan Dampaknya terhadap Kapasitas Inovasi Tim Muhammad Muthi Hamidi; Zam zam Lukmanul Jamil
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1066

Abstract

Pengetahuan merupakan aset strategis yang memainkan peran penting dalam mendukung efektivitas organisasi dan mengembangkan inovasi. Namun, tidak semua individu bersedia berbagi pengetahuan mereka. Salah satu fenomena yang sering ditemui adalah penyembunyian pengetahuan, yaitu tindakan sengaja menahan, menyembunyikan, atau tidak memberikan informasi yang dibutuhkan oleh rekan kerja. Perilaku ini berpotensi menghambat kolaborasi dan mengurangi kemampuan organisasi untuk menghasilkan inovasi. Studi ini bertujuan untuk meneliti berbagai faktor yang mendasari munculnya penyembunyian pengetahuan dan implikasinya terhadap kapasitas inovasi tim dalam organisasi pendidikan Islam. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data diperoleh melalui peninjauan dan analisis berbagai artikel ilmiah, prosiding, dan publikasi akademik yang relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik yang dikombinasikan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyembunyian pengetahuan dipengaruhi oleh kombinasi faktor pribadi, hubungan interpersonal, dan kondisi organisasi. Tekanan kerja yang tinggi, tingkat kepercayaan yang rendah, budaya kompetitif, sistem penghargaan yang berorientasi pada individu, dan struktur organisasi yang kaku merupakan faktor dominan yang mendorong perilaku ini. Selain itu, penyembunyian pengetahuan menyebabkan penurunan pertukaran pengetahuan, berkurangnya kreativitas tim, melemahnya kolaborasi, dan terbatasnya kemampuan inovasi organisasi. Oleh karena itu, penguatan budaya kolaboratif, kepemimpinan partisipatif, dan sistem manajemen pengetahuan terintegrasi diperlukan untuk mendukung lingkungan organisasi yang lebih inovatif.