Penggunaan praktik pedagogis tradisional yang meluas di bidang IPS telah menyebabkan rendahnya prestasi peserta didik, yang pada gilirannya membuat mereka enggan untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran mereka sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik peserta didik SMP Negeri 28 Malang belajar setelah menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match yang dibantu oleh Media Domino Card. Metodologi penelitian ini didasarkan pada data kuantitatif dan menggunakan desain pra-eksperimental dengan tata letak Pretest-Posttest Satu Kelompok. Sebanyak tiga puluh dua peserta didik kelas VII D dipilih untuk penelitian ini melalui Sampling Bertujuan. Dua bagian ujian pilihan ganda, yaitu Pretest dan Posttest, digunakan untuk mengumpulkan data. Beberapa uji dilakukan sebagai bagian dari proses analisis data. Uji-uji tersebut meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan uji t sampel berpasangan. Semua item tes dinyatakan valid dan dapat diandalkan berdasarkan hasil pengujian instrumen, yang menunjukkan skor Cronbach's Alpha sebanyak 0,744. Skor signifikansi Pretest dan Posttest masing-masing sebanyak 0,060 dan 0,077 dari Uji Normalitas menggunakan Uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data mengikuti distribusi normal. Dengan nilai signifikansi dua ekor sebanyak 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, temuan Uji Hipotesis mengarah pada penolakan H0 dan penerimaan Ha. Temuan peneliti menunjukkan bahwa prestasi peserta didik dalam pelajaran IPS di SMP Negeri 28 Malang meningkat secara signifikan ketika Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match digunakan dengan bantuan Media Domino Card.