Masyarakat nelayan tradisional di Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan terpencil, menghadapi tantangan struktural dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga akibat ketidakstabilan pendapatan yang disebabkan oleh perubahan iklim, fluktuasi musim, serta keterbatasan akses terhadap modal dan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang digunakan nelayan tradisional di Desa Pulau Enam, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, serta mendeskripsikan upaya konkret mereka dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi dengan melibatkan nelayan, istri nelayan, tokoh masyarakat, dan Ketua BPD sebagai informan kunci. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Temuan menunjukkan bahwa nelayan tradisional mengembangkan lima strategi adaptif yang bersifat integratif, yaitu praktik penangkapan ikan berbasis kearifan ekologis lokal, diversifikasi pekerjaan sampingan, pemanfaatan tenaga kerja keluarga khususnya peran ekonomi aktif istri, pengelolaan pengeluaran rumah tangga secara ketat, serta jaringan solidaritas sosial yang berlandaskan nilai keagamaan dan adat. Strategi-strategi ini membentuk sistem ketahanan organik yang beroperasi secara simultan pada dimensi ekologis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan ekonomi keluarga nelayan bukan semata fungsi besarnya pendapatan, melainkan bagaimana komunitas menenun sumber daya yang tersedia menjadi jaring pengaman kolektif di tengah ketidakpastian.