Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Kenakalan Remaja Melalui Kegiatan Sosialisasi Alya Aulia Sabilla; Rifqi Andhy Mahardhika; Najla Huwaida; Raditia Zahra Pramesti; Rihadhatul Aisy Kamilah; Rian Padkur Rohman; Zahra Salsabila Zakih; Aiskha Fayrana Wirayudha; Syahrul Sidiq; Dimas Hadi Saputra; Satrio Windadi Nurinsan Prasojo; Eko Prasetyo Wibowo
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/qph5jr88

Abstract

Drug abuse and juvenile delinquency are social problems that continue to challenge the development of Indonesia's young generation. Lack of knowledge, the influence of the social environment, and the development of information technology are factors that can increase the risk of adolescents engaging in deviant behavior. Therefore, preventative measures are needed through educational and outreach activities aimed at increasing adolescents' understanding of the dangers of drugs and the impact of juvenile delinquency. This outreach activity was conducted by the Community Service Program (KKN) 78 Group from Bhayangkara University, Greater Jakarta, on June 7, 2026, at YPI Jannatul Amal, Tambun Village, targeting junior high school students. The method used was direct education through material delivery, interactive discussions, and question-and-answer sessions, with 46 participants. The material presented covered the definition of drugs, the impact of drug abuse on health, social and legal issues, forms of juvenile delinquency, and prevention strategies through the 3T principle (Be Firm, Stay Away, and Seek Support). The results of the activity showed that participants gained a better understanding of the dangers of drugs, the potential legal consequences, and the importance of using social media wisely and choosing their social circles. Through this activity, participants were also encouraged to become a healthy, intelligent, and responsible generation, able to avoid various forms of deviant behavior. Therefore, this outreach activity is an effective preventative measure in raising adolescent awareness about the dangers of drugs and juvenile delinquency. Keywords: drugs, juvenile delinquency, outreach, prevention, education Abstrak Penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan generasi muda di Indonesia. Kurangnya pengetahuan, pengaruh lingkungan pergaulan, serta perkembangan teknologi informasi menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko keterlibatan remaja dalam perilaku menyimpang. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang bahaya narkoba dan dampak kenakalan remaja.Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh Kelompok KKN 78 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya pada tanggal 7 Juni 2026 di YPI Jannatul Amal, Desa Tambun, dengan sasaran siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Metode yang digunakan adalah edukasi secara langsung melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab yang diikuti oleh 46 peserta. Materi yang disampaikan meliputi pengertian narkoba, dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, sosial, dan hukum, bentuk-bentuk kenakalan remaja, serta strategi pencegahannya melalui prinsip 3T (Tegas, Tinggalkan, dan Temukan Dukungan).Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba, konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan, serta pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial dan memilih lingkungan pergaulan. Melalui kegiatan ini, peserta juga didorong untuk menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab serta mampu menghindari berbagai bentuk perilaku menyimpang. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu upaya pencegahan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Kata kunci: narkoba, kenakalan remaja, sosialisasi, pencegahan, edukasi
Etika Komunikasi Politik pada pemilihan Umum Terkait Hoax Tahun 2024 Rifqi Andhy Mahardhika; Muhammad Rafli
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The widespread spread of hoaxes and disinformation across various social media platforms has led to polarization, decreased public trust in political institutions, and clouded voter rationality. This study aims to analyze the practice of political communication ethics during the 2024 election campaign, focusing on how political actors, the media, and the public produce and respond to potentially misleading information. A qualitative approach was used with literature review and discourse analysis methods on political communication content in online media. The findings indicate that weak digital literacy, short-term electoral interests, and insufficient enforcement of regulations are key factors exacerbating unethical political communication practices. Therefore, strengthening political communication ethics through media literacy education, transparency of information from election organizing bodies, and moral commitment from political actors is essential to safeguard the integrity of democracy. The impact of unethical political communication is significant, including increased social polarization, decreased public trust in the democratic process, and the erosion of moral values in the public sphere. To address these issues, the strengthening of political communication ethics through media literacy education for the public, the enforcement of strict regulations on the spread of false information, and moral commitment from political actors and the media are necessary to uphold the integrity of democracy. Thus, political communication ethics should not only serve as a moral guideline but also as a crucial instrument in building a healthy, rational, and civilized election.   Keywords: political communication ethics, hoaxes, disinformation, 2024 election, media literacy, polarization, democracy integrity, information regulation, transparency, media literacy education.   Abstrak Fenomena penyebaran hoaks dan disinformasi yang masif di berbagai platform media sosial telah menyebabkan polarisasi, menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi politik, serta mengaburkan rasionalitas pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik etika komunikasi politik selama masa kampanye Pemilu 2024, dengan fokus pada bagaimana aktor politik, media, dan masyarakat memproduksi serta merespons informasi yang berpotensi menyesatkan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi literatur dan analisis wacana terhadap konten komunikasi politik di media daring. Hasil kajian menunjukkan bahwa lemahnya literasi digital, kepentingan elektoral jangka pendek, dan minimnya penegakan regulasi menjadi faktor utama yang memperburuk praktik komunikasi politik yang tidak etis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan etika komunikasi politik melalui pendidikan literasi media, transparansi informasi dari lembaga penyelenggara pemilu, serta komitmen moral dari para pelaku politik untuk menjaga integritas demokrasi. Dampak dari komunikasi politik yang tidak beretika sangat signifikan, meliputi meningkatnya polarisasi sosial, menurunnya kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, dan tergerusnya nilai-nilai moral dalam ruang publik. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penguatan etika komunikasi politik melalui pendidikan literasi media bagi masyarakat, penerapan regulasi yang tegas terhadap penyebaran informasi palsu, serta komitmen moral dari para aktor politik dan media massa untuk menjaga integritas demokrasi. Dengan demikian, etika komunikasi politik bukan hanya menjadi pedoman moral, tetapi juga instrumen penting dalam membangun Pemilu yang sehat, rasional, dan berkeadaban. Kata kunci: etika komunikasi politik, hoaks, disinformasi, Pemilu 2024, literasi media, polarisasi, integritas demokrasi, regulasi informasi, transparansi, pendidikan literasi media.