Fadhail Vinzaky
Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Perbandingan Hasil Pemeriksaan Bakteri Tahan Asam Mycobacterium Tuberculosis Metode Mikroskopis dengan Metode Test Cepat Molekuler Fadhail Vinzaky; Sri Martuti; Isnin Aulia Ulfah Mu’awanah
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.26127

Abstract

Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Bakteri Tahan Asam (BTA) yaitu Mycobacterium tuberculosis, dapat menyerang organ kaya oksigen seperti paru-paru. Diagnosis TBC di Indonesia, masih banyak bergantung pada pemeriksaan mikroskopis pewarnaan Ziehl Neelsen yang meskipun ekonomis, memiliki sensitivitas rendah. Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) GeneXpert hadir sebagai alternatif modern yang menawarkan deteksi lebih cepat dan akurat serta mampu mendeteksi resistensi terhadap rifampisin. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan 30 sampel sputum pasien diagnosa TBC yang diperiksa menggunakan pewarnaan Ziehl Neelsen dan metode TCM GeneXpert di Laboratorium RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Pemeriksaan Ziehl Neelsen menunjukkan 25 sampel negatif, 1 scanty, 1 sampel 1+, dan 3 sampel 3+. Sementara itu, pemeriksaan TCM GeneXpert menunjukkan 15 sampel negatif dan 15 lainnya positif dengan berbagai tingkat sensitivitas rifampisin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua metode (p = 0,003). Pemeriksaan TCM GeneXpert terbukti memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi dibandingkan pewarnaan Ziehl Neelsen dalam mendeteksi Mycobacterium tuberculosis. TCM juga lebih aman dan efisien karena seluruh proses dilakukan dalam sistem tertutup. Oleh karena itu, TCM layak dijadikan metode utama dalam diagnosis TBC di fasilitas layanan kesehatan.