Jesy Sahira
UIN Sultan Syarif Kasim Riau Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nikah Massal sebagai Instrumen Dakwah Perspektif Hadis Indah Budiarti; Jesy Sahira; Ridwan Hasbi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2026): Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v3i1.890

Abstract

Nikah massal merupakan salah satu bentuk dakwah kontemporer yang tidak hanya memfasilitasi pelaksanaan akad nikah, tetapi juga menjadi strategi transformasi sosial dalam menjawab berbagai persoalan perkawinan, seperti tingginya angka perkawinan tidak tercatat, keterbatasan ekonomi, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya legalitas pernikahan. Meskipun demikian, kajian yang mengkonstruksi nikah massal sebagai instrumen dakwah berdasarkan perspektif hadis masih relatif terbatas dan cenderung berfokus pada aspek hukum fikih semata. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep nikah massal sebagai instrumen dakwah berdasarkan hadis Nabi serta mengkaji relevansinya dalam mewujudkan kemaslahatan masyarakat melalui pendekatan maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui analisis tematik terhadap hadis-hadis tentang pernikahan, disertai telaah literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang pernikahan memuat tiga dimensi utama, yaitu pernikahan sebagai ibadah dan sunnah Nabi, pernikahan sebagai mekanisme menjaga kehormatan (ḥifẓ al-'irḍ) dan keturunan (ḥifẓ al-nasl), serta pernikahan sebagai sarana membangun kemaslahatan sosial. Dalam perspektif tersebut, nikah massal memiliki legitimasi sebagai wasīlah al-da'wah (da'wah bi al-ḥāl) yang memudahkan masyarakat melaksanakan sunnah Nabi, memperluas akses terhadap perkawinan yang sah dan tercatat, memperkuat perlindungan hukum bagi perempuan dan anak, serta berkontribusi terhadap ketahanan keluarga dan pembangunan moral masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nikah massal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan model dakwah transformatif yang mengintegrasikan nilai-nilai hadis, maqāṣid al-syarī'ah, dan pemberdayaan sosial sehingga relevan sebagai strategi dakwah Islam dalam menjawab tantangan masyarakat kontemporer.