Rahmat Hidayat
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN KARYA SASTRA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS ESAI: KAJIAN HERMENEUTIKA PADA MAHASISWA PARIWISATA: UTILIZATION OF LITERARY WORKS IN LEARNING TO WRITE ESSAYS: A HERMENEUTICAL STUDY OF TOURISM STUDENTS Anggit Tiyas Fitra Romadani; Rahmat Hidayat; Yeni Rahmawati
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i2.113883

Abstract

Pembelajaran menulis esai di perguruan tinggi umumnya masih berfokus pada aspek teknis seperti struktur, tata bahasa, dan kosakata, sehingga belum menyentuh dimensi interpretatif dan reflektif. Pendekatan hermeneutika berpotensi mengembangkan kemampuan menulis yang lebih bermakna melalui proses interpretasi kontekstual antara pembaca dan teks sastra. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan pendekatan hermeneutika dalam pembelajaran menulis esai pada mahasiswa pariwisata serta menjelaskan perannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran menulis dengan menggunakan novel berlatar wisata, yaitu 5 cm, Perahu Kertas, Laskar Pelangi, dan Sang Pemimpi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif hermeneutika. Subjek penelitian adalah mahasiswa S-1 jurusan pariwisata. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada tahapan hermeneutika Paul Ricoeur: naive reading, analisis struktural, interpretive reading, dan fusion of horizons. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hermeneutika mendorong proses interpretasi yang bertahap dan mendalam terhadap teks sastra. Pendekatan ini efektif meningkatkan kualitas tulisan esai, khususnya dalam pengembangan berpikir kritis dan konstruksi makna. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika dapat menjadi strategi inovatif yang mengintegrasikan sastra dengan keilmuan pariwisata secara kontekstual.