Yusuf Hanafiah
Politeknik Negeri Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Puruk Cahu Seberang Syariena Syariena; Irma Sari; Rusni Safitry; Yusuf Hanafiah
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 3 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v5i3.26985

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang penting, terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Status gizi balita dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengetahuan ibu sebagai pengasuh utama dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Puruk Cahu Seberang. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu serta pengukuran status gizi balita berdasarkan berat badan yang tercatat pada buku KIA/KMS. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik (66,7%) dan sebagian besar balita memiliki status gizi normal (73,3%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,021). Ibu dengan pengetahuan baik lebih banyak memiliki balita dengan status gizi normal dibandingkan dengan ibu yang memiliki pengetahuan kurang. Dengan demikian, pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor penting yang berhubungan dengan status gizi balita. Peningkatan edukasi gizi kepada ibu diharapkan dapat mendukung perbaikan status gizi anak.