Moh. Alex Arifin
Universitas Islam Zainul Hasan Genggong, Kraksaan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKNA LEKSIKAL DAN KONTEKS DALAM EPILOG MENS REA PANDJI PRAGIWAKSONO: KAJIAN PRAGMASEMANTIK: LEXICAL MEANING AND CONTEXT IN THE EPILOGUE OF MENS REA PANDJI PRAGIWAKSONO: A PRAGMASEMANTIC STUDY Moh. Alex Arifin; Endah Tri Wisudaningsih; Magfirotul Hamdiah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i2.116662

Abstract

Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan kritik sosial, refleksi, dan nilai-nilai kehidupan yang maknanya dipengaruhi oleh konteks tuturan. Meskipun kajian mengenai pragmatik dan semantik telah banyak dilakukan, penelitian yang mengkaji hubungan makna leksikal dan konteks dalam epilog stand up comedy melalui pendekatan pragmasemantik masih relatif terbatas.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks dan makna leksikal dalam epilog Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono dengan menggunakan kajian pragmasemantik. Epilog tersebut dipilih sebagai objek penelitian karena mengandung tuturan-tuturan yang tampak sederhana, tetapi secara kontekstual memunculkan makna yang lebih kompleks dan implisit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan-tuturan dalam epilog Mens Rea yang diperoleh melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi dengan melakukan transkripsi dari video pertunjukan. Analisis data dilakukan dengan pengorganisasian, pembacaan data, pengodean, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan lima tuturan yang merepresentasikan makna leksikal dalam epilog Mens Rea. Kelima tuturan tersebut mengalami perluasan makna melalui konteks sosial, politik, dan emosional sehingga menghasilkan interpretasi yang tidak lagi bersifat literal, melainkan berkembang menjadi kritik sosial, refleksi moral, tanggung jawab antargenerasi, serta pesan etis yang dipahami melalui pendekatan pragmasemantik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konteks berperan penting dalam mengonstruksi makna tuturan di luar makna leksikalnya. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian pragmasemantik, khususnya mengenai hubungan antara makna leksikal dan konteks tuturan pada wacana stand up comedy sebagai bentuk komunikasi reflektif yang sarat kritik sosial.