Hipertensi tetap menjadi masalah kesehatan tatanan komunitas yang signifikan di area perdesaan. Pergeseran perilaku dan proses penuaan menjadi faktor pemicu utama.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan karakteristik demografi (usia, jenis kelamin) dan gaya hidup (kebiasaan merokok, konsumsi makanan asin) terhadap kejadian hipertensi pada kelompok dewasa dan lansia di RW 03 Desa Galumpit, Wilayah Kerja Puskesmas Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Metode: Desain penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah warga usia produktif/dewasa dan lansia yang diperoleh melalui data agregat pengkajian keperawatan komunitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil: Analisis univariat terhadap 203 responden menunjukkan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (53,2%) , usia dewasa 26–45 tahun (50,7%) , berpendidikan rendah (71,9%) , dan tidak bekerja (57,6%). Lebih dari separuh responden memiliki kebiasaan merokok (50,7%) , gemar mengonsumsi makanan asin (50,7%) , dan mengalami hipertensi (50,2%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (P< 0,05) pada semua variabel. Hal ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara jenis kelamin , kelompok usia , kebiasaan merokok , dan konsumsi makanan asin dengan kejadian hipertensi. Secara khusus, kelompok usia dewasa produktif dan laki-laki mendominasi angka kejadian hipertensi secara ekstrem di wilayah ini. Kesimpulan: Karakteristik demografi (usia, jenis kelamin) dan gaya hidup (kebiasaan merokok, konsumsi makanan asin) merupakan determinan penting yang berhubungan langsung dengan kejadian hipertensi di RW 03 Desa Galumpit. Terjadi fenomena unik di mana kelompok usia dewasa produktif justru mendominasi kejadian hipertensi akibat akumulasi gaya hidup tidak sehat (merokok dan konsumsi tinggi natrium). Diperlukan optimalisasi pelayanan kesehatan primer dan intervensi keperawatan komunitas yang berbasis bukti, seperti penggalakan edukasi modifikasi gaya hidup melalui Diet DASH dan program penghentian rokok yang adaptif terhadap karakteristik masyarakat setempat.