Thresia Dewi Kartini Berek
Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Poltekkes Kemenkes Makassar, Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Daya Terima Kue Talam dengan Penambahan Ubi Jalar Ungu dan Kacang Hijau sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita Underweight Afiqah Nur Apiani; Aswita Amir; Thresia Dewi Kartini Berek
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/xg6c2209

Abstract

Balita dengan status underweight masih menjadi permasalahan gizi yang berkaitan dengan ketidakseimbangan antara konsumsi energi dan zat gizi yang dibutuhkan, terutama pada masa awal pertumbuhan. Pengembangan pangan lokal berbasis bahan bergizi sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan upaya yang berpotensi dalam meningkatkan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat penerimaan serta kandungan gizi kue talam berbahan dasar ubi jalar ungu dan kacang hijau sebagai alternatif PMT bagi balita underweight. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksperimental dengan tiga formulasi, yaitu F1 (25% ubi jalar ungu : 75% kacang hijau), F2 (50% : 50%), dan F3 (75% : 25%). Uji daya terima dilakukan melalui uji hedonik kepada 50 panelis agak terlatih dalam menilai warna, aroma, tekstur, dan rasa. Analisis komposisi gizi dihitung menggunakan TKPI 2020 dan dinyatakan dalam persentase kontribusi terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) anak usia 1–5 tahun. Hasil menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada seluruh atribut sensori antar formulasi (p<0,05). Formula F3 menjadi yang paling disukai berdasarkan keseluruhan aspek sensori nilai tertinggi pada warna, aroma, tekstur, dan rasa. Analisis gizi menunjukkan bahwa satu porsi kue talam (20 g) pada kelompok usia 1–3 tahun memberikan kontribusi energi 3,15%, protein 5,2%, lemak 0,73%, karbohidrat 4,09%, serat 0,94%, zat besi 2,57%, dan vitamin C 0,8%. Pada usia 4–5 tahun, kontribusinya masing-masing sebesar 3,04%, 4,16%, 0,66%, 4%, 0,9%, 1,8%, dan 0,7%. Produk ini berpotensi digunakan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan energi dan protein serta mendukung peningkatan status gizi balita underweight