Nugrahani Febrina Sari
Universitas Primagraha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sepak Takraw dan Identitas Sosial Komunitas di Desa Pakisan, Buleleng, Bali Hazrina Amni; Nugrahani Febrina Sari; Muhammad Fikri Pratama
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i3.4440

Abstract

Olahraga tradisional merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi setiap bangsa di dunia. Setiap olahraga tradisional memiliki filosofi dan makna yang mendalam, mencerminkan karakter, kepercayaan, dan cara hidup masyarakat setempat. Salah satu olahraga tradisional yang masih eksis saat ini adalah sepak takraw. Sepak takraw merupakan olahraga tradisional yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran olahraga tradisional sepak takraw dalam membentuk interaksi sosial dan identitas budaya masyarakat di Desa Pakisan, Kabupaten Buleleng, Bali. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sample penelitian ini adalah pelatih, dan 20 atlet dari Club Sepak Takraw Prima Buleleng. Teknik penentuan sample adalah Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepak takraw tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas fisik semata, tetapi juga telah menjadi simbol identitas sosial dan budaya kolektif masyarakat Desa Pakisan. Partisipasi warga yang tinggi, dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah desa, institusi pendidikan, hingga keterlibatan orang tua, menjadi indikator kuat dari soliditas sosial yang terbentuk melalui olahraga ini. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan pelestarian sepak takraw di tengah modernisasi ditentukan oleh kolaborasi masyarakat yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan budaya.